Kabar

Kesan Mendalam Penceramah Muda Tentang BJ Habibie

 

Padasuka.id- Jakarta. Kepergian Prof Dr Ing Burchanuddin Jusuf Habibie ke hadirat Tuhan YME meninggalkan berbagai kesan bagi bangsa Indonesia. Termasuk di antaranya bagi generasi muda, terutama bagi yang pernah mendapatkan beasiswa dari yayasan milik Presiden Republik Indonesia ke-3 tersebut, The Habibie Center (THC). Satu di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ustadz Adityo Januar, seorang penceramah muda asal Cilincing, Jakarta Utara.

Senin (16/9/2019) Ustadz Adit, sapaan akrabnya, bersama tiga orang rekannya, Gus Memed, Ust. Dhodi Kubro, dan Faruki, berziarah ke makam almarhum BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Seusai berziarah, mereka yang sama-sama menjadi penggiat Majelis Munajat Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) ini langsung mengikuti acara tahlilan di kediaman almarhum di Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan.

Dari kiri: Ust. Dhodi, Ust. Adityo Januar, Gus Memed, dan Faruki, foto bersama saat berziarah di makam BJ Habibie

Secara khusus, kepada Padasuka.id, Ustadz Adit menyampaikan kesannya yang mendalam atas jasa BJ Habibie terhadap dirinya. Yang oleh sebab itu pula, ia merasa wajib untuk berziarah ke makam Bapak Teknologi tersebut.

“Saat itu, saya merasa senang sekali saat mendapat beasiswa dari THC atau The Habibie Center. Karena saat itu jaman sekolah masih bayaran, belum gratis kayak hari ini. Saya dulu hampir putus sekolah karena orang tua yang tak mampu membiayai saya bersekolah. Sekilas info, saat itu bapak saya hanya seorang buruh serabutan dan ibu saya hanya mengurus rumah tangga,” tutur Adit.

Ia lalu mengisahkan, saat kelas 1 SMA dirinya mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (POP) SMA tingkat Jakarta Utara dan berhasil menyabet juara 2 pada cabang olahraga karate kelas komite/fighting. Kemudian, di tahun yang sama ia pun meraih juara 1 lomba PILDAJAR (Pemilihan Da’i Pelajar) tingkat Jakarta Utara. Yang dari sini ia lalu menjadi wakil Jakarta Utara untuk mengikuti PILDAJAR tingkat DKI Jakarta. Di tingkat DKI ia meraih juara 3.

Saat mengikuti acara tahlilan di kediaman almarhum BJ Habibie

“Alhamdulillah prestasi saya dalam non akademik ini mendapat perhatian dari tim The Habibie Center yang saat itu bekerjasama dengan Sudin Dikmenti atau Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi. Kemudian tim tersebut memasukkan saya ke dalam list pelajar yang mendapatkan beasiswa dari The Habibie Center,” urai Adit.

“Kemudian pihak THC mengirimi saya surat yang diterima melalui pihak sekolah untuk mendapatkan beasiswa selama 1 tahun full. Kebetulan beasiswa itu langsung diberikan oleh Pak Habibie dan Ibu Ainun secara langsung,” urai Adit yang saat itu ia menerimanya di Kantor THC, Jl Kemang Selatan, RT 11/RW 4, Cilandak Timur, Kecamatan Pasar. Minggu, Jakarta Selatan.

“Dalam sambutannya dan nasehatnya, Pak Habibie bercerita tentang masa lalunya saat menjadi pelajar dan mahasiswa. Beliau jugalah yang menjadi inisiator dan inspirator GN OTA atau Gerakan Nasional Orang Tua Asuh,” terangnya lagi.

Satu kenangan yang membuat Adit sangat berkesan sejak14 tahun lalu, saat ia masih duduk di bangku kelas 1 SMA (2005). Ia kemudian menirukan kalimat Habibie yang ia ingat saat menerima beasiswa tersebut.

“Terlahir dalam keadaan miskin bukan salah kita, tetapi jika kita mati dalam keadaan miskin adalah salah kita. Karena betapa banyak Tuhan memberikan kita nikmat dan karunia serta potensi dalam diri yang harus kita keluarkan atau eksplor tuk menunjukkan harga diri kita sebagai manusia yang sempurna dalam penciptaan-Nya. Tuhan itu Maha Kasih Sayang, Ia tak akan membiarkan makhluk-Nya hidup dalam kekurangan yang hakiki, dari itu ia memberikan bakat dalam diri untuk mampu berdikari. Hanya manusia yang mau berfikir serta bergerak yang akan mendapatkan kebahagiaan hidupnya dengan memanfaatkan karunia Tuhan-Nya,” demikian pesan Habibie saat itu seperti ditirukan Adit.

“Demikian kesan pertemuan saya dengan Pak Habibie yang sekaligus menjadi peserta yang mendapatkan penyematan beasiswa dari THC atau The Habibie Center. Intinya saya sukses sebagai anak asuh dari THC, karena selanjutnya saya selalu dapat beasiswa dari beberapa perusahaan BUMN termasuk Pertamina. Totalnya selama tiga tahun full,” pungkas Adit yang kini menelorkan ilmunya pada anak-anak yang berada di sekitar ia tinggal. (AF)

2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    Bang Adit

    19 September 2019 at 6:39 pm

    Terimakasih Pak Habibie, inilah amalan jariyyah bapak dan Bu Ainun, semoga bersama sama di surganya Allah SWT. Aamiin.

  2. Avatar

    Abdul Hakim

    19 September 2019 at 6:43 pm

    wah….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top