Kabar

PADASUKA Kendal: Kalian Berdemo, Kami Berdoa

Padasuka.id – Kendal. Di penghujung September hingga akhir Oktober 2019, di berbagai kota di negeri ini diwarnai dengan aksi unjuk rasa turun ke jalan alias berdemo. Mulai dari demonstrasi yang jelas pelaku dan tuntutannya hingga yang tidak jelas apa maunya dan dari mana mereka digerakkan. Bahkan, belakangan banyak yang terciduk pura-pura menjadi pelajar, padahal baju seragam hasil pinjaman. Ada juga yang turun ke jalan hanya ikut-ikutan demi puluhan ribu rupiah yang dijanjikan. Lebih seram lagi, di media sosial, beredar rekaman pengakuan seorang pria yang mengaku dibiayai membuat bom molotov untuk membakan toko-toko dengan tujuan kerusuhan massal bisa meluas.

Terlepas kebenaran dari beberapa rekaman video pengakuan para pelaku demo, yang pasti banyak fasilitas umum yang dirusak, bahkan beberapa mobil yang tak bersalah menjadi sasaran pembakaran. Apa motivnya? Hanya mereka yang tahu pasti. Untuk menyalurkan aspirasi? Boleh jadi. Walau efeknya tentu saja membuat suasana jadi tegang dan merugikan. Tak terkirakan juga, ujaran kebencian dan fitnah menjadi rapalan yang mungkin saja dianggap kalimat sakral yang meluncur deras bak kran bocor di pinggir jalan.

Di balik hiruk pikuk demonstrasi yang menghiasi hari-hari, tidak sedikit anak-anak negeri yang duduk bersimpuh dengan hati yang teduh bermohon keamanan dan ketentraman negerinya. Untuk yang ini, satu di antaranya dilakukan oleh para pengamal Kitab Munajat Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an Pedepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) kendal, Jawa Tengah.


Melalui jaringan WhatsAap, penggiat PADASUKA Kendal, Jawa Tengah, Ustadz Ismunaji, Senin (30/9/2019) mengirimkan foto kegiatannya saat mengamalkan Kitab Munajat. Yang menurutnya, pembacaan kitab wirid dan doa-doa Al-Qur’an itu bertujuan agar negeri ini selalu dalam lindungan Allah SWT, aman, tentram, dan sentosa.

Kumpul spontan berdzikir dan bermunajat khusushon untuk NKRI agar aman dan tentram,” demikian tulis Ismunaji yang diterima Padasuka.id, Senin malam (30/9).

Ustadz Ismunaji, mengenakan blangkon dan batik warna hijau.

Bukan hanya di Kendal, di beberapa daerah, para pemgamal Kitab Munajat yang tergabung di bawah PADASUKA juga melakukan hal yang sama.

Apa yang disampaikan Ismunaji tentu bukan sesuatu yang berlebihan, sebab dalam kitab susunan KHR Syarif Rahmat itu, tertera doa khusus untuk aman sentosanya sebuah negara. Yakni, untaian doa Nabi yang diabadikan oleh Ilahi di dalam kitab suci. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top