Kabar

Serempak Warga Alunkan Doa di Sisi Gua Jomblang Ngejring

Padasuka.id – Wonogiri. Memasuki hari ketiga upaya eksplorasi air dari perut bumi di dasar Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu malam (6/10/2019), secara serempak masyarakat setempat memanjatkan doa bersama di arena lokasi. Sementara sebelumnya, sejak pukul 16.30 WIB tim teknis dari Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), untuk kesekian kalinya kembali memasuki lorong gua vertikal dengan kedalaman 180 meter tersebut.

Saat tim menurunkan bak penampungan ke dalam luweng

Di saat sebagian tim berjibaku di lorong gua dalam proses pemasangan pipa dan mesin pompa, serta tim yang lainnya bekerja keras di atas gua, masyarakat khusus’ mengiringinya dengan kalam-kalam suci. Acara ini diawali dengan pembacaan Surat Yasin lalu dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Slamet, kiai setempat. Kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Ali Rahman dari Pedepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA). Rampung semuanya, perwakilan dari masyarakat menyerahkan tumpeng kepada perwakilan tim ITNY yang bertugas di atas gua, sebagai ungkapan terima kasih kepada mereka yang telah bekerja keras selama berhari-hari dalam upaya memberikan solusi jangka panjang dengan pengangkatan air perut bumi tersebut.

Dalam kata sambutannya, Ustadz Slamet menyampaikan, bahwa gelaran doa dan tumpengan itu dilaksanakan, sebagai ungkapan terima kasih kepada semua tim yang terlibat. Juga sebagai upaya bersama dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT agar semua yang terlibat, terutama kepada tim yang masuk ke dalam gua dengan bertaruh nyawa itu selalu diberikan keselamatan, kelancaran, dan berhasil.

Semua tim yang terlibat, bersusah payah siang malam adalah untuk kita, demi kita. Mereka tidak istirahat, tidak tidur, menghadapi rintangan, baik yang nyata ataupun yang tidak nyata, semua hanyalah untuk membantu masyarakat di sini, maka kita yang ada di sini, merasa perlu mendoakan mereka secara bersama-sama. Apalagi, malam ini adalah detik-detik usaha mereka akan mengangkat air dari dalam luweng yang sangat dalam itu,” ungkap Slamet.

Suasana pembacaan Yasin di sisi luweng

Ungkapnya lagi, bahwa dalam upaya pengangkatan air dari dasar luweng menuju ke permukaan gua, bukan pekerjaan mudah. Secara teknis, semua tim adalah ahlinya, tetapi juga harus diimbangi dengan doa, khususnya dari masyarakat setempat agar mereka terlibat secara spiritual. Sebelum doa bersama pada malam itu, imbuhnya, pada siang harinya telah dilakukan pembacaan Kitab Munajat, walau hanya beberapa orang saja.

Hal senada juga disampaikan oleh aparatur pemerintahan Desa Gendayakan, Yudi. Ia pun mengatakan bahwa acara doa bersama itu dihadiri pula oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Suka Tirta. Yakni, Pokmas Desa Gendayakan yang mengajukan permohonan kepada Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) yang sedang membantu musibah kekeringan di wilayah Kecamatan Paranggupito, untuk mengusahakan eksplorasi air luweng. Bermula dari sini, pihak PADASUKA lalu menggandeng tim dari Gapadri Mapala ITNY sebagai pelaksana teknis dan lain sebagainya. Yudi lalu menyampaikan, bahwa nama Pokmas itu menggabungungkan kata Suka yang diambil dari ujung kata PADASUKA dengan kata Tirta yang berarti air.

Setelah usai doa dan sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter dari upaya pencarian air di dasar Gua Jomblang Ngejring dan tahap awal eksplorasinya. Melihat betapa betapa tidak mudahnya pekerjaan yang dilakukan oleh tim Mapala tersebut, tidak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata. “Ya Allah.. Itu mereka lakukan demi kami, selamatkanlah ya Allah,” ungkap seorang ibu lalu disusul oleh yang lain. “Demi kami warga di sini dapat air, mereka rela sampai seperti itu.. Nak… Terima kasih, Nak. Semoga selamat, Gusti Allah yang mbalas. Kami hanya bisa berdoa.” Saking harunya, mereka minta film dokumenter yang sebagian masih dokumen apa adanya itu, agar diputar lagi dah lagi. Tampak suasana haru dan harap-harap cemas, apakah tim sedang berjibaku dalam gua itu akan berhasil mengangkat air dari dasar gua, atau malah sebaliknya. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    R. Syarif Rahmat RA

    7 Oktober 2019 at 10:02 pm

    Sungguh, Allah akan menyayangi orang2 yang menyayangi sesamanya. Aangkah busuknya manusia yang menyakiti manusia atas nama agamanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top