Kabar

Subhanallah, Begini Detik-detik Naiknya Air dari Perut Bumi

Padasuka.id – Wonogiri. Seperti telah diberitakan di media ini, bahwa telah diupayakan pengangkatan potensi air dari perut bumi di dasar Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah, sejak beberapa waktu lalu. Upaya ini bermula dari laporan Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta) terhadap Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) yang sedang melakukan aksi sosial untuk bencana kekeringaan di wilayah Kecamatan Paranggupito, tentang adanya luweng (gua vertikal) yang dimungkinkan menyimpan kandungan air bersih. Dari sini, Ketua Tim TDP, Kiai Mohammad Wiyanto (Gus Yayan) lalu menggandeng tim dari Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Setelah dilakukan dua kali survei secara intensif selama berhari-hari oleh tim teknis dan tim ahli dari ITNY, kemudian dinyatakan kandungan air yang berhasil ditemukan itu layak dieksplorasi untuk kepentingan masyarakat.

Dari kiri: Gus Yayan, Sulaiman T, dan Gus Rori beberapa saat akan memasuki gua

Terhitung sejak Jum’at (4/10/2019) tim dari Gapadri Mapala ITNY yang didampingi oleh PADASUKA dan Pokmas Suka Tirta, memulai tugas lanjutnya, yakni menaikkan air dari dalam perut bumi tersebut. Berbagai persiapan dan teknis telah dilakukan, mulai dari pemasangan lintasan untuk menuruni kedalaman gua (180 meter), pemasangan mesin pompa, pipa, dan lain sebagainya. Setelah pada Sabtu (5/10) berhasil memasang mesin pompa di salah satu bagian bawah dinding gua yang dilakukan oleh Malolo cs dan dipandu langsung oleh Dosen Mesin ITNY, Sulaiman Tampubolon, ST, M.Eng, serta dibarengi pula dengan pemasangan pipa tahap awal, keesokan harinya disusul dengan pekerjaan teknis lanjutannya secara maraton sampai siang hari.

Satu persatu tim mulai menuruni gua

Berikutnya, Minggu (6/10) sejak pukul 15.00 WIB, secara bertahap tim kembali turun ke lorong gua. Kali ini, bukan hanya Sulaiman dan timnya yang turun, melainkan juga Ketua dan Korlap tim TDP (Gus Yayan dan Gus Rori) juga turut serta ke dalam perut bumi yang penuh rintangan itu.

Malolo saat memasang mesin pompa di sela-sela batu di antara himpitan dinding gua

Suasana malam di atas gua, sambil menyalakan api unggun tim selalu siap menerima perintah dari dalam gua melalui HT

Untuk kali ini, masuknya mereka ke dalam gua adalah bagian dari detik-detik yang mendebarkan bagi masyarakat dan juga tim teknis. Pasalnya, pekerjaan kali ini merupakan penentuan berhasil atau tidaknya air di kedalaman sekitar 180 meter itu diangkat ke permukaan gua dengan teknis yang dirancang oleh Sulaiman dan tim.
Setelah berjibaku di dalam perut bumi dengan pekerjaan lanjutan, mulai dari penyambungan aliran listrik untuk menghidupkan mesin pompa, melanjutkan pemasangan pipa, dan lain-lain, pada Senin (7/10) pukul 03.41 WIB dini hari, dapat informasi dari tim dari dalam gua bahwa air berhasil dinaikkan pada tandon yang pertama. Dari tandon yang berada di dalam gua itu, lalu air akan dinaikkan ke atas permukaan gua melalui saluran pipa. Setelah sekian waktu tim dan perwakilan masyarakat yang berada di atas gua menunggu dengan harap-harap cemas, beberapa saat setelah kumandang adzan Shubuh, dari mulut pipa keluarlah air yang ditunggu-tunggu itu. Ungkap hamdalah pun spontan berkumandang dari semua yang berada di sisi pipa tersebut. Segera saja, air yang pertama naik itu dipakai berwudhu’ untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah yang diimami oleh Muhammad Ali Rahman –dari PADASUKA. Subhanallah walhamdulillah, harapan yang dibarengi upaya keras itu, akhirnya membuahkan hasil.

Saat air pertama naik ke permukaan (lahan di atas bibir gua)

Sumardiyono (Padasuka Solo Raya) adalah orang pertama yang berwudhu’ dengan luweng yang diangkat

Tidak lama berselang, sebagian warga mulai berdatangan untuk mengetahui air yang mereka harapkan itu, benar-benar berhasil dinaikkan. Hampir dari semua masyarakat yang datang, tampak menangis haru lalu mengambil air itu untuk dibasuhkan ke wajah mereka dengan terus melafalkan hamdalah.

Sementara itu, tim yang bekerja di dalam gua, masih berada di sana. Mereka mulai naik ke permukaan secara bertahap, satu persatu, sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan, warga semakin memenuhi lokasi. (SM)

Masyarakat mulai berdatangan saat pagi air sudah naik

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Abdul Hakim

    8 Oktober 2019 at 10:33 pm

    semoga kebahagian mereka Allah membahagiakan yang berbuat untuk mereka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top