Kabar

Setelah Semalam di Perut Bumi Begini Peristiwa yang Terjadi

Padasuka.id – Wonogiri. Pengalaman unik adalah hal yang akan membekas di benak setiap orang. Maka tak jarang, demi mendapatkan pengalaman unik, orang rela merogoh kocek dalam-dalam, bahkan menantang bahaya. Meskipun, hal itu terkadang hanya untuk mengobati penasaran. Namun yang berikut ini, adalah pengalaman unik yang hasilnya membekas di hati setiap orang yang bukan pelakunya. Sebab, pengalaman unik yang dimaksud di sini adalah upaya menembus perut bumi untuk mendapatkan air bersih yang hasilnya dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar yang setiap tahunnya terdampak bencana kekeringan. Mereka adalah tim dari Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang sedang bekerja keras mengeksplorasi air bersih dari perut bumi di dasar Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah.

Salah satu tim saat menuruni gua Jomblang Ngejring

Pengangkatan air perut bumi tersebut, atas permintaan Kelompok Masyarakat (Pokmas Suka Tirta) terhadap Tim “Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) untuk musibah kekeringan Paranggupito” yang kemudian menggandeng tim dari ITNY.

Setelah dua kali dilakukan survei oleh Tim Gapadri Mapala ITNY secara intensif, sejak Jum’at (4/10/2019) memasuki tahap ketiga, yaitu teknis pengangkatan air dari kedalaman 180 meter, dengan pemasangan tandon, mesin pompa, pipa, dan sebagainya. Kemudian, memasuki hari ke-3, Minggu (6/10) tiba saatnya proses penyelesaian pemasangan pipa, tes aliran listrik, dan tes mesin pompa untuk mengangkat air. Pada pukul 15.30 WIB, setelah istirahat beberapa saat, tim teknis kembali mulai memasuki gua. Kali ini, bukan hanya dari tim Mapala yang masuk, tetapi juga Dosen Mesin ITNY, Sulaiman Tampubolon, ST, M.Eng, serta Gus Yayan dan Gus Rori (Ketua Tim TDP Dan Korlapnya).

Suasana pengerjaan mesin di atas tandon di dalam gua

Setelah semalaman tim tersebut berjibaku dengan tugas di perut bumi, pagi sejak pukul 6-an, satu persatu mereka mulai menaiki lorong gua. Sedangkan air yang didamba-dambakan sudah berhasil dinaikkan ke atas permukaan beberapa saat setelah adzan Shubuh berkumandang.

Atas naiknya air itu membuat warga terharu dan bertetima kasih kepada semua tim yang terlibat. Rata-rata warga yang datang segera ingin merasakan sejuknya air perut bumi tersebut. Bukan hanya warga, tim yang terlibat pun tidak bisa menahan haru atas kerja keras mereka yang dapat membahagiakan warga yang tengah dilanda musibah kekeringan itu. Berikut ini beberapa foto sebagai gambaran dari peristiwa pagi setelah semalaman tim berada di perut bumi. (SM)

Masyarakat berdatangan untuk merasakan dan mengambil air perut bumi yang berhasil dinaikkan ke atas gua

Beberapa saat setelah berada di atas gua, Gus Yayan menyampaikan beberapa hal di hadapan warga

Hampir semua yang hadir menangis haru menyimak paparan Gus Yayan

Gus Rori tampak tidak dapat menahan rasa haru saat menceritkan dirinya berada di dalam gua terkait bahaya yang dihadapi tim yang masuk ke dalam gua

Sulaiman Tampubolon saat menyampaikan paparan di hadapan warga

Tampak seorang warga, saking bahagianya ia sampai mandi di antara warga yang lain

Sejumlah kaum ibu mendatangi tenda tim untuk memyampaikan ungkapan terima kasih

Sejumlah ibu-ibu menemui Sulaiman T di tenda tim, selain mengucapkan terima kasih mereka juga mendengarkan penjelasan Dosen Mesin ITNY tersebut

Tampak kaum ibu mengelilingi serta mengelus-elus sambil menangis dan mengucapkan terima kasih kepada Dengen, anggota tim Gapadri Mapala ITNY, orang pertama yang menemukan air di dalam gua saat survei yang pertama

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top