Kabar

Cocogen Tradisi Awal Mulud yang Lestari di Madura

Padasuka.id – Madura. Senin petang, 28 Oktober 2019, dalam kalender Hijriyah memasuki tanggal 1 Rabi’ul Awwal 1441. Yang itu artinya, awal bulan di mana Nabi Muhammad SAW dahulu dilahirkan, sudah tiba. Sebagai bulan yang menyimpan sejarah besar untuk peradaban dunia, atas lahirnya manusia yang diistimewakan Tuhan, bulan ini juga dinilai menyimpan keistimewaan oleh sebagian ummat Islam di dunia.

Memasuki tanggal 1 bulan Rabi’ul Awwal, yang dalam istilah orang Jawa disebut bulan Mulud, atau dalam istilah Madura disebut Molod –terambil dari kata Arab “Maulid (مولد)” : Kelahiran/Waktu Lahir– dalam tradisi Islam Nusantara, secara umum, disambut dengan acara penghormatan.

Di Madura, tepatnya di wilayah Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memasuki malam tanggal 1 Molod, masyarakat menyambutnya dengan acara yang disebut “Cocogen” –vokal ‘e’ dibaca seperti ‘se’ pada kata “sekolah”– terambil dari kata “cocok.” Mungkin yang dimaksud, “mencocokkan” tanggal 1 menuju tanggal 12 Molod (Rabiul Awwal) yang merupakan tanggal dan bulan yang diyakini sebagai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Adapun tradisi Cocogen, umumnya diisi dengan pembacaan shalawat atas Nabi Muhammad SAW yang terangkum dalam “Al-Barzanji” secara bersama-sama oleh warga kampung, baik di langgar, masjid, atau pun di rumah masyarakat. Layaknya acara yang lain, dalam tradisi cocogen disediakan hidangan berupa tumpeng (dalam istilah Madura disebut Rasol), serta yang lain sebagaimana umumnya, atau tergantung dari penyelenggara acara. Jika acara itu dilaksanakan di langgar pengajian atau di masjid, maka rasol-rasol yang akan dibagikan seusai acara adalah pemberian dari warga sekitar.

Dalam pelaksanaannya, selain untuk memuliakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menyimpan nilai-nilai spiritual, acara tersebut juga menyimpan nilai-nilai sosial yang positif. Di mana, sesama warga kampung bisa berkumpul, berbagi kisah, dan berbagi kebahagiaan dalam rangkum ibadah berupa penghormatan terhadap bulan kelahiran Nabinya.

Tradisi cocogen hanyalah serupa pra acara dari tradisi “Moloden” atau perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang nantinya akan digelar pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top