Kabar

Kabar dari Luweng Jomblang; Ternyata Kini Begini Respon Warga

Padasuka.id – Wonogiri. Warga Dusun Ngejring dan sekitarnya yang berada di wilayah Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, nampaknya sebentar lagi akan berlega hati. Pasalnya, wilayah mereka yang selalu terdampak kekeringan dalam setiap tahunnya, sejak beberapa bulan lalu telah ditemukan sungai perut bumi yang kemudian berhasil diangkat ke atas permukaan. Upaya pengangkatan air yang berada di dasar Luweng Jomblang di Dusun Ngejring (selanjutnya disebut Gua Jomblang Ngejring) itu, atas inisiasi dari Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) yang sejak Agustus 2019 lalu membentuk Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) untuk musibah kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Paranggupito. Bermula dari sini yang kemudian direspon positif oleh Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta), Tim TDP yang diketuai oleh Kiai Mohammad Wiyanto lalu menggandeng tim dari Mapala Gapadri Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) sebagai pelaksana teknis –mulai dari survei keberadaan air, pemipaan, teknik pemompaan, dan lain sebagainya.

Proses pemasangan mesin pompa di dalam luweng oleh Tim ITNY Minggu (6/10/2019)

Atas kerja keras dari semua anggota tim yang terlibat, setelah dua kali dilakukan survei ke dasar luweng atau gua vertikal yang dinamai Gua Jomblang Ngejring tersebut akhirnya ditemukan potensi air bersih pada kedalaman sekitar 180 meter di perut bumi. Dari sini, selanjutnya dilakukan upaya secara teknik agar air yang didambakan oleh warga masyarakat itu dapat diangkat ke atas permukaan gua.

Terhitung sejak Senin pagi (7/10/2019) di bawah kontrol Sulaiman Tampubolon, ST, M.Eng. (Dosen Mesin ITNY), air dalam perut bumi itu berhasil diangkat dan langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Hanya saja, pemanfaatan air dalam pada ini masih bersifat uji coba. Sebab, masih dibutuhkan teknik lanjutan agar air itu bisa dialirkan secara sempurna ke rumah-rumah warga.

Warga masyarakat saat membuat bak penampungan di atas permukaan di sisi luweng

Terkait dengan upaya lanjutan itu, antara lain harus ada penambahan tandon air di dalam gua pada kedalaman sekitat 150 meter (di posisi pit 1), serta pembuatan dua bak penampungan (bak water treatment) di atas permukaan gua. Yang satu akan dibangun di lahan datar di atas mulut gua; satunya lagi akan dibangun di atas lahan bukit sebagai bak penyaluran ke rumah-rumah warga. Untuk dua hal yang disebut terakhir ini, sejak Minggu (27/10/2019) telah dilangsungkan pengerjaannya yang diserahkan kepada warga setempat melalui Pokmas, namun tetap dalam pendampingan tim TDP dan ITNY.

Pengerjaan bak penampungan itu kami mulai semenjak matreal terkumpul semua. Setelah hari Jum’atnya kemarin kita rapat bersama Pak Dosen (Sulaiman Tampubolon, Red.) maka kita, Minggunya lansung eksekusi. Yang bekerja dari empat dusun,” tutur Gus Rori, koordinator lapangan Tim TDP yang turut mendampingi proses pengerjaan bak penampungan tersebut.

Seperti pada kegiatan sebelumnya, dalam pembuatan bak penampungan itu, respon masyarakat terlihat begitu kompak. Mereka bekerja keras dengan harapan pengerjaan bisa segera rampung dengan baik. Sebab, rampungnya pengerjaan adalah juga penentuan bagi mereka untuk segera menikmati air perut bumi yang nantinya akan disalurkan.

Mengingat pembuatan penampungan membutuhkan keahlian tersendiri, maka kemudian dari masing-masing dusun yana berada di sekitar Gua Jomblang Ngejring dibagi per-tiga orang khusus bagi mereka yang memang berprofesi sebagai tukang bangunan.

Untuk bak yang di mulut luweng dikerjakan dari empat Dusun. Masing-masing diambil 3 orang untuk diambil tukangnnya. Dari empat dusun tersebut adalah Dusun Ngejring, Dusun Gendayakan, Dusun Blimbing, dan Dusun Pucung,” imbuh Gus Rori.

Sampai berita ini diturunkan, proses pengerjaan masih terus berlangsung. Jika pengerjaan semuanya rampung, masih ada proses pengeringan dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, terima kasih, Nak. Semua dikerjakan dengan baik. Kami, warga di sini sangat seneng. Terima kasih banget, Nak. Semoga semuanya selamat, sehat, lancar. Semoga Gusti Allah yang membalas semua amal ibadah mereka. Semoga anak turunan kami tidak lagi kekurangan air dengan adanya air luweng yang bisa diangkat itu. Terima kasih… Terima kasih,” ungkap Sariyem, warga setempat, atas semua upaya yang dilakukan tersebut. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top