Kabar

Atas Wasilah Munajat, Seorang Wanita di Bali Bersyahadat

Padasuka.id – Bali. Beragam cara Allah SWT dalam melimpahkan hidayah terhadap seorang hamba yang dikehendaki-Nya. Seperti yang dialami seorang wanita muda keturunan Tionghowa di Pulau Bali, belum lama ini. Wanita muda, atau lebih tepatnya, remaja putri, itu dengan lega hati melafalkan dua kalimat syahadat, di antaranya karena wasilah Munajat –sebuah kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an. Remaja putri ini resmi memeluk agama Islam di Majelis Munajat Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Bali, Rabu 28 Oktober 2019 yang lalu.

Saat dituntun membaca dua kalimat syahadat

Alhamdulillah kami mengislmamkan seorang putri Cina kelahiraan Bali yang memliki nama asli Ahuang pada 28 Oktober lalu. Ini bukan karena paksaan melainkan karena anak ini yang berusia 19 tahun bergetar hatinya mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dalan Kitab Munajat, serta karena rasa kekeluargaan yang dirasakan di PADASUKA Bali,” tutur Ki Eko Satrio kepada Padasuka.id.

Menurut Ki Eko, ia dan rekan-rekannya di PADASUKA Bali, membentuk dan membina akhlak serta mental para pengamal Kitab Munajat menjadi welas asih seperti apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Ia melanjutkan, bahwa pengislaman di PADASUKA Bali, sudah yang ketiga kalinya.

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempataan menurunkan hidayah buat kami di Bali, jadi bertambah saudara dalam keimanan. Langsung saja nama anak ini dirubah dengan panggilan yang diberikan KHR Syarif Rahmat yang sedang menunaikan ibadah umroh di Mekah, dengan nama Fatimah Dzahtu Bahjah,” sambung Ki Eko.

Kiai Syarif Rahmat yang merupakan penyusun Kitab Munajat yang sekaligus juga Ketua Umun PADASUKA menyampaikan ucapan selamat serta menitip Fatimah Dzatu Bahjah untuk terus dibimbing.

Saat prosesi pembacaan dua kalimat syahadat disaksikan kurang lebih 80 pengamal Kitab Munajat daerah Denpasar dan Jimbaraan, Bali. Acara berlangsung begitu sakral dalam suasana penuh persaudaraan. Semua yang hadir tampak haru mengikuti detik-detik pembacaan ikrar suci tersebut. Penuh harap, hidayah Allah tetap terlimpah dengan dibarengi sikap istikomah. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top