Kabar

Terungkap! Tiga Pemuda Papua Terlibat dalam Sumpah Pemuda

Istimewa

Padasuka.id,- Deklarasi para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan agama yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah pemersatu bangsa untuk menjadi Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 28 Oktober 1928 di Jakarta, setelah kaum muda itu menggelar Kongres Pemuda II –dari satu hari sebelumnya. Kongres ini merupakan lanjutan dari Kongres Pemuda I yang dilaksanakan pada 30 April — 2 Mei 1926 di Jakarta.

Dalam Kongres Pemuda II, pesertanya lebih banyak dari kongres yang pertama, di antaranya adalah: Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun, perwakilan pemuda peranakan Tionghowa di Indonesia (Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie), dan lain-lain. Hadir pula pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, Dolly Salim (putri KH Agus Salim), dan lain-lain.

Ketua Barisan Merah Putih, Ramses Ohee menunjukkan undangan Kongres Pemuda yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda. (Dok: KabarPapua.co/Katharina)

Di luar semua nama kelompok dan nama-nama perorangan seperti disitir di atas, ternyata ada tiga orang pemuda perwakilan dari Papua yang terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut. Kenyataan ini diungkap oleh Ketua Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, yang juga tokoh pejuang Papua sekaligus saksi sejarah Penentuan Pendapat Rakyat Papua (Pepera) 1969. Ketiga pemuda Papua yang terlibat dalam Sumpah Pemuda itu adalah: Abner Ohee, Aitai Karubaba, dan Orpa Pallo. Demikian seperti diinformasikan situs berita Kabarpapua.co (1/11/2019).

Keterlibatan tiga pemuda Papua itu, terang Ramses, tidak banyak diketahui, termasuk oleh warga Papua sendiri. Ia mengatakan, banyak warga asli Papua yang tidak mengetahui adanya beberapa pemuda Papua ikut hadir dan menjadi saksi peristiwa Sumpah Pemuda. Oleh karena itu, ia menghimbau agar semangat Sumpah Pemuda harus tetap digelorakan.

Semangat sumpah pemuda harus tetap ada pada generasi muda saat ini. Apalagi generasi muda adalah pilar penerus bangsa dan negara,” terang Ramses, Kamis (31/10/2019) seperti dilansir dari Kabarpapua.co (1/11/2019).

Ramses melanjuttkan pengetahuan pemuda Papua terkait dengan Sumpah Pemuda yang melahirkan Bangsa Indonesia semakin lama semakin dilupakan sejarahnya. Padahal tiga pemuda asli Papua ada dalam peristiwa bersejarah tersebut.

Nyatanya, setiap hari semakin marak saja didengungkan pemutarbalikan fakta dan perusakan, serta pengelabuan pola pikir dan kebenaran untuk memisahkan Papua dari Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Ramses lagi, wilayah Papua sangat luas, oleh karena itu harus dipersatukan dengan ideologi yang mengikat seluruh komponen bangsa, yakni ideologi Pancasila.

Ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa, baik khilafah maupun OPM Separatis tidak boleh ada karena dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat,” tegasnya. (*)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top