Kabar

Dia Dipanggil Moci; Bidikannya Sangat Berarti

Padasuka.id – Wonogiri. Untuk menjelaskan suatu peristiwa, bahasa lisan atau tulisan terkadang kurang memadai. Maka, diperlukan bahasa gambar dalam bentuk visual, baik foto atau pun video. Kedua perpaduan inilah yang dilakukan saat pelaksanaan serangkaian upaya mencari potensi sungai perut bumi hingga kemudian berhasil ditemukan lalu diangkat ke permukaan di Gua Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Bakti kemanusiaan ini berawal dari inisiasi Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) ketika membentuk Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) untuk membantu musibah kekeringan di wilayah Kecamatan Paranggupito sejak Agustus 2019 lalu. Dari sini pula, Tim TDP yang mendapat respon positif dari Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta) lalu menggandeng tim dari Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Seorang anggota Tim ITNY memasuki Gua Jomblang Ngejring (Foto: Dok. ITNY)

Dalam pelaksanaannya, sejak saat survei pertama (7 September 2019) untuk mengetahui keberadaan air di dasar gua, survei kedua untuk pemetaan dan sebagainya, hingga pengerjaan teknik pengangkatan air (pemompaan) pada Oktober 2019, semuanya disertai dengan dokumentasi foto dan video oleh Tim ITNY. Sehingga dengan demikian, mulai dari kondisi gua, aktivitas tim di dalam gua, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan penuh resiko itu dapat diketahui oleh mereka yang tidak masuk ke dalam gua. Yang dengan itu pula sangat berarti sebagai acuan serta bahan evalusi pengerjaan lanjutan dan lain sebagainya.

Saat Tim ITNY menembus masuk di dalam Gua Jomblang Ngejring (Foto: Dok. ITNY/Moci)

Gua Jomblang Ngejring adalah gua vertikal atau umum disebut “Luweng,” sehingga untuk memasukinya diperlukan keahlian khusus serta peralatan yang memadai. Kedalaman luweng yang berada di tengah jurang ini mencapai 180 meter dari bibir gua, yang tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi para penyusurnya. Lantas bagaimana dengan fotografer atau kamerawan agar dapat mengambil gambar di dalamnya? Sudah pasti bukan pekerjaan mudah. Sebab, selain ia harus memahami teknik masuk ke dalam gua, ia juga harus ekstra hati-hati saat membawa kamera. Apalagi jika kamera yang dibawa tanpa pengamanan khusus sebagai pelindung body, lensa, dan sebagainya. Tidak terkecuali saat pengambilan gambar; sebab dalam kondisi ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, adalah keselamatan diri. Kedua, keamanan kamera dan peralatan lain yang dibawanya. Ketiga, fokus lensa kamera pada obyek yang akan dibidiknya.

Rongga di Gua Jomblang Ngejring (Foto: Tim ITNY/Moci)

Semua hal yang menjadi perhatian seperti diungkap di atas, ternyata dapat dulalui dengan baik oleh seorang mahasiswi yang juga menjadi anggota Tim ITNY dalam kegiatan sosial di Gua Jomblang Ngejring tersebut. Ia adalah Dian Nuranisyah Dano T atau yang akrab disapa Moci.

Tampak sinar matahari masuk menerobos masuk ke dalam gua. (Foto Tim ITNY/Moci)

Dari hasil bidikan lensa kamera lulusan S-1, jurusan Perencanaan Wilayah & Kota (Planologi) ITNY inilah berbagai hal penting yang terjadi di dalam Gua Jomblang Ngejring dapat diabadikan ke dalam gambar, termasuk keunikan serta keindahan alam ‘pahatan Tuhan’ di dalam perut bumi. Oleh karenanya, kemudian dapat pula diungkap dengan lebih gamblang mengenai kesulitan serta upaya teknik terkait dengan eksplorasi air yang sedang dikerjakan. Kecuali itu, bahasa gambar yang berhasil direkam olehnya menjadi penyempurna catatan sejarah mengenai upaya kemanusiaan di willayah karst gugusan Gunung Kapur yang oleh UNESCO dicatat sebagai Global Geo Park tersebut.

Moci (kedua dari kiri) pose bersama sesaat sebelum masuk ke dalam Gua Jomblang Ngejring

Selamat ya Mbak Moci. Semoga sehat, sukses, dan bahagia selalu. Semoga pula S-2-nya di Magister Manajemen Bencana berjalan dengan baik dan lancar meski sering masuk-keluar gua serta naik-turun gunung.

Beberapa bidikan kamera yang tidak kalah serunya dari foto-foto yang ditampilkan dalam artikel ini, akan diulas dan ditampilkan pada edisi berikutnya. Ikuti terus Padasuka.id.(SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top