Kabar

Makna Arca Naga dan Tata Ruang Komplek Makam Sunan Giri

Padasuka.id – Gresik. Jika berziarah ke makam Sunan Giri yang beralamat di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, anda akan melintasi tangga naik yang pada dataran atas terdapat gapura berbentuk candi bentar dengan hiasan arca kepala naga di kanan dan kirinya. Banyak peziarah yang bertanya-tanya mengenai keberadaan arca naga ini; mengingat Sunan Giri adalah salah seorang anggota Wali Songo yang gigih berjuang menyebarkan ajaran Islam pada masa abad ke-15 Masehi. Sedangkan simbolisme kepala naga melambangkan binatang suci sekaligus memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan kerohanian pada masa sebelum Islam masuk ke Nusantara.

Gapura Utama Makam Sunan Giri yang dihiasi arca naga

Terkait dengan arca naga, dalam ‘Atlas Wali Songo’ (2016), Agus Sunyoto menyebutkan, bahwa itu melambangkan candra sengkala, berbunnyi “Nogo Loro Warnaning Padha” yang secara pengertian merujuk pada angka 1428 tahun Saka. Jika dikomperasi pada tahun Masehi setara dengan 1506 –yang disinyalir sebagai angka tahun pembuatan gapura tersebut. Nah, jika merujuk pada angka tahun lahir dan wafatnya Sunan Giri yang tertera di kain penutup nisannya: 1443–1506 M, pintu gerbang itu dibangun pada angka tahun wafatnya sang sunan –entah sebelum atau setelah hari wafatnya.

Jamaah Padasuka saat akan masuk ke areal (halaman III) makam Sunan Giri

Lebih rinci terkait denah lokasi komplek pemakaman Sunan Giri, dalam situs Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, cagarbudaya.kemdikbud.go.id, mengurai, komplek makam ini terdiri atas tiga halaman yang semakin ke belakang semakin meninggi.

Diungkapkan, situs pemakaman Sunan Giri menempati lahan seluas 15.975 m2. Masing-masing halaman dibatasi oleh pagar dan gerbang berupa gapura. Di setiap halaman tersebut terdapat makam-makam. Pada masa lalu komplek ini merupakan lokasi pesantren yang kemudian berkembang menjadi Kedaton Giri.

Ketum Padasuka, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, saat memimpin pembacaan tahlil di sisi pusara makam Sunan Giri (Malam Jum’at, 21/11/2019)

Adapun perincian halamannya adalah sebagai berikut:

Halaman I terletak di bagian paling bawah, terluas, dan terluar dari komplekmakam Sunan Giri. Pintu masuk halaman I ditandai dengan gapura bentar berbahan bata. Pada bagian ambang bawah pintu gapura terdapat trap tangga dengan pipi tangga. Pada kedua pipi tangga terdapat arca naga berbahan batu gamping –seperti telah diulas di atas, red. Makam kuno yang terdapat pada halaman I berjumlah sekitar 56 makam dengan keletakan yang tidak beraturan. Di halaman ini terdapat dua cungkup dari kerabat Sunan Giri; cungkup sebelah kanan jalan adalah cungkup makam Panembahan Tamengrogo, sedangkan di sebelah kiri jalan adalah cungkup makam Panembahan Sonto Putro. Sebelah timur halaman I terdapat sebuah telaga yang berukuran diameter sekitar 20 meter.

Halaman II terletak di sebelah utara halaman I. Pintu masuk halaman II berbentuk gapura bentar berbahan batu gamping yang simetris dengan gapura naga. Pada halaman ini terdapat dua teras, yaitu teras 1 dan teras 2. Teras 2 lebih tinggi daripada teras 1 dan pada masing-masing teras terdapat makam-makam kuno.

Halaman III terletak di sebelah utara halaman II, merupakan halaman paling belakang dan paling tinggi di antara halaman yang lain. Halaman ini merupakan halaman inti di komplek makam Sunan Giri yang dikelilingi dengan pagar. Pagar di sisi selatan dihiasi dengan batu karang dalam jajaran pilar. Ada dua Gapura Paduraksa di halaman III, yakni: gapura ini terdapat di pagar selatan halaman III, tepat di sebelah utara gapura bentar halaman II. Gapura Kori Agung 1 merupakan pintu masuk halaman III dari arah selatan dan Gapura Kori Agung 2 gapura ini terdapat di sisi timur halaman III. Ukuran Gapura Kori Agung 2 lebih kecil dibandingkan Gapura Kori Agung 1. Pada Halaman III kompleks makam Sunan Giri terdapat lima makam bercungkup, baik yang berdinding ataupun tidak berdinding. Selain makam-makam dalam cungkup, di halaman terbuka pada halaman III ini terdapat beberapa makam kuno dengan pola yang tidak beraturan, berbahan batu putih.

Selain denah yang diulas di atas, terdapat pula Masjid Jami’ Ainul Yaqin. Seperti telah diberitakan Padasuka.id, di areal masjid ini diselenggarakan acara haul Sunan Giri.

Kembali pada hiasan arca naga di gapura halaman I komplek makam Sunan Giri, agar lebih jelasnya berikut ini beberapa detail gambarnya.

Gapura utama makam Sunan Giri, tahun 1932. (Foto: Koleksi Tropen Moseum)

Gapura utama makam Sunan Giri saat ini

Arca naga di gapura utama Sunan Giri

Gapura utama makam Sunan Giri dari jarak dekat

Replika yang mempertegas bentuk gapura utama pemakaman Sunan Giri (Naga Giri). Foto: SuaraGresik.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top