Kabar

Tiga Keutamaan Ummat Muhammad Diurai dalam Munajatan di Kranding

Padasuka.id – Wonogiri. Sekitar lima ratusan orang duduk bersimpuh di halaman masjid penuh antusias. Lamat-lamat kalam Tuhan berkumandang menyibak remang menembus bintang. Suasana malam itu berbeda dengan malam sebelumnya. Semilir angin yang datang mengirim kesejukan menjadi saksi suatu perhelatan di sebuah perkampungan belahan selatan Tanah Jawa bagian tengah. Mereka adalah penduduk negeri yang menempati salah satu bagian karst Taman Bumi Dunia Pegunungan Sewu. Malam itu adalah malam Ahad Pon (23 November 2019).

Ya, mereka adalah para pengamal “Kitab Munajat; Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an” yang sedang menggelar rutinannya di Masjid Baiturrahman, Dusun Kranding, Desa dan Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Rutinan kali ini adalah yang ketiga setelah di masjid tersebut dibuka Majelis Munajat pada malam Ahad Pon, 15 Suro 1953 Jw / 15 Muharram 1441 H / 14 September 2019 M yang lalu. Pada rutinan kali ini juga sekaligus sebagai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Gus Yayan (pegang mik)

Sebagaimana umumnya peringatan maulid Nabi SAW, selain pembacaan Kitab Munajat, juga dimeriahkan dengan alunan shalawat oleh grup hadrah santri Pondok Pesantren DAARUL MUTHOLA’AH, Kaliyoso, Sragen, Jawa Tengah.

Majelis Munajat rutinan malam ini sudah ketiga kalinya. Rutinan kali ini diniatkan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Acaranya selain pembacaan Kitab Munajat juga diisi pembacaan Maulid Al-Barzanji,” tutur Kiai Mohammad Wiyanto (Gus Yayan), Ketua Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) DPW Jawa Tengah yang memprakarsai pembentukan Majelis Munajat di masjid tersebut.

Suasana jamaah

Kemudian, saat menyampaikan ceramah maulid, Gus Yayan mengatakan, penting bagi kita untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kelahiran Rasulullah SAW. Sebab menurutnya, dengan wasilah lahirnya Rasulullah SAW maka ummatnya memeluk agama Islam yang diridhoi Allah SWT. Dengan wasilah lahirnya Rasulullah SAW, lanjut Gus Yayan, ummatnya hanya menyembah Allah SWT serta mampu membedakan perkara halal dan haram.

Gus Yayan lalu menyampaikan Hadist kedua dalam Maulid Diba’, bahwa telah dijelaskan –dalam Kitab Taurat pun– dijelaskan akan kedatangan Rasul atau Nabi akhir zaman yang lahir di Mekkah, kemudian hijrah ke Madinah dan kekuasaannya sampai negeri Syam.

Tidak kalah pentingnya, penjelasan mengenai tiga keadaan ummat Rasulullah SAW ketika menghadap Allah SWT. Pertama, sepertiga dari mereka dimasukkan ke dalam surga ‘bighairi hisab’ (tanpa dihisab). Kedua, sepertiga dari mereka menghadap Allah SWT dengan membawa dosanya tapi kemudian mendapatkan ampunan dari-Nya. Ketiga, sepertiga yang lain dari mereka menghadap Allah SWT dengan dosa-dosa besarnya. Kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menimbangnya lalu didapatkan begitu besar dosa-dosa orang itu, namun Allah SWT memirintahkan untuk kembali mengeceknya, ternyata didapati mereka pernah membaca kalimat syahadat walau hanya sekali. Karena keadaan itu, Allah SWT menolong mereka.


Atas digelarnya kegiatan rutinan tersebut, seorang warga Paranggupito, Sumarno, mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya.

Masyarakat Kecamatan Paranggupito sangat senang dan antusias sekali dengan diadakanya rutinan ini. Alhamdulillah ketika Kiai Wiyanto datang, membawa berkah dengan turunnya hujan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat karena sudah lama tidak turun hujan; ini sudah kedua kalinya terjadi. Dan, alhamdulillah ketika acara dimulai hujan pun reda. Subhanallah, semoga acara selalu bisa berjalan lancar dan membawa manfaat untuk Paranggupito dan sekitarnya,” ungkap Sumarno yang sudah mulai aktif mengamalkan Kitab Munajat. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top