Munajat

Wasilah Munajat; Penglihatan Ayahku Normal Kembali

Padasuka.id – Pemalang. Munajat adalah nama kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an. Kitab susunan dosen di dua Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ dan IIQ) Jakarta, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, tersebut kini sudah tersebar ke mana-mana. Selain diamalkan secara pribadi juga diamalkan secara berjamaah. Bersama itu pula, manfaat yang diraih para pengamalnya juga semakin meningkat. Berikut ini salah satu penuturan dari pengamal Kitab Munajat, Billi Apri Raharjo, warga Jl Citarum, Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah.

Billi Apri Raharjo

Nama saya Billi, jama’ah Munajat dari Pemalang. Ada kisah yang mau saya sampaikan. Saat dulu ayah saya mendapatkan musibah jatuh dari motor dengan luka-luka di badan. Dan, di bawah matanya sobek, sehingga pengaruh dalam penglihatan. Kami hanya bisa menangis. Uang buat bayar rumah sakit pun belum punya. Sebagai pasien, ayah saya dianggurkan dalam rumah sakit karena belum bayar administrasi. Kami pasrah dan kami bermunajat seperti apa yang dituturkan oleh KH Syarif Rahmat.

Setelah kami Munajat, kami diberi uang oleh beberapa orang dan alhamdulillah sekian jumlah. Kami datang ke administrasi ternyata keseluruhan bayar Rp. 2.500.000. Uang pun jauh teramat belum cukup. Karena harus dioperasi matanya, kata pihak dokter jangan dibawa (pulang) ke rumah. Namun apa daya semakin lama di rumah sakit semakin banyak bayar. Itu pun baru satu hari saja bayar satu juta.

Nasehat dokter pada saya, ‘Kalau pasien mau dibawa pulang. Silahkan namun jangan salahkan pihak dokter.’ Kami pun jawab, ‘Insya Allah kami tak akan menyalahkan.

Karena bagaimana lagi sedang tuk bayar pun belum bisa, kami bawa ayah ke rumah. Bayar satu juta tanpa obat tanpa operasi.

Sodikin, ayahanda Billi

Setibanya di rumah ternyata luka matanya begitu sakit sampai penglihatannya kurang jelas. Kami hanya bisa menangis dan berdoa membaca ayat-ayat Allah di setiap hari untuk ayah kami. Kami beri air Munajat sebagai obat. Dan, sambil kami berdoa, ‘Ya Allah dengan keagungan-Mu semoga ayahku lekas sembuh lantran doa-doa Munajat.

Sungguh indah keagungan dan belas kasih Allah. Di sini kami mengagungkan kuasa Allah. Subhanallah setelah kami beli bubur ayam buat makan ayah. Ayahku mengatakan, ‘Mas Billi. Mata ayah sudah bisa melihat jelas lagi.’ Kami jawab, ‘Alhamdulillah, sungguh indah kuasa-Mu, ya Rabbi.’

Dan, itupun berkat saran dari Abah KH Syarif Rahmat yang berkenan memberi kami nasehat. Munajat adalah segala obat dari berbagai hal. Kami ucapkan alhamdulillah. Semoga Abah KH Syarif Rahmat selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.”

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top