Kabar

Dengan Cara Ini Anda Akan Betemu Nabi Yusuf

Padasuka.id – Depok. Nabi Yusuf adalah utusan Allah yang dikenal kelembutan dan ketampanannya. Mengenai ketampanan putra Nabi Ya’qub ini seakan tiada bandingan sehingga banyak wanita di masanya yang tergila-gila sampai akhirnya jadi sasaran fitnah yang mengantarkannya ke bilik penjara. Lantas seperti apa ketampanannya? Tentu susah digambarkan. Oleh karena itu kemudian muncul amalan tertentu agar berjumpa Nabi tampan ini meskipun sebatas dalam mimpi. Entah hanya sekedar untuk mengobati rasa penasaran atau memang ada hikmah di balik perjumpaan yang diharapkan itu sehinhga ada amalannya. Walaupun umpama benar terjadi pertemuan di alam mimpi, apakah yang dimimpikan itu benar-benar Nabi Yusuf atau bukan, tentu tidak ada jaminan.

Suasana tamu undangan dalam acara Tasyakkuran Khitanan Muhammad Imran Chahtab

Di balik keinginan dan amalan seperti disitir di atas, ternyata di dalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan kemungkinkan seseorang kelak dapat berjumpa dengan Nabi tanpan tersebut. Sebab, perjumpaan itu adalah harapan Nabi Yusuf sendiri yang dipanjatkan kepada Tuhan melalui untaian donya. Ditilik dari redaksi doanya, bukan orang lain yang ingin bertemu Nabi Yusuf, tetapi Nabi Yusuflah yang berharap dipertemukan dengan orang-orang yang dimaksud. Siapa mereka? Perhatikan untaian kalimat doanya berikut ini.

فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Artinya: “(Ya Allah) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Maka wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.” (QS: Yusuf: 101).

Sebagaimana redaksi doanya, menurut sebagian ahli tafsir, maka kelak orang-orang yang shaleh dapat berjumpa atau bergabung dengan Nabi Yusuf. Demikian, sebagian uraian ceramah KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, saat mengisi acara Tasyakkuran Khitanan Muhammad Imran Chahtab di Jl Bukit III, Blok DF 8/19, Villa Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu siang, 4 Januari 2020 yang lalu.

Bahasan tersebut di atas diulas berkenaan dengan upaya mempersiapkan generasi yang shaleh dan shalehah. Dan, buah dari keshalehan itu sendiri, antara lain kelak ‘memungkinkan’ akan dapat berjumpa dengan Nabi Yusuf, sebagaimana permohannya kepada Tuhan, “…dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.

Berkenaan dengan cara agar kita memiliki anak yang shaleh, urai Kiai Syarif, secara garis besar di antaranya adalah: kedua orang tuanya juga harus shaleh – shalehah, jangan memberikan makanan yang haram walau satu rupiah pun pada sang anak, dan tempatkan anak pada lembaga pendidikan yang tepat. Yakni, lembaga pendidikan yang diketahui terbukti berhasil mencetak generasi-generasi yang shaleh dan shalehah.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top