Kabar

Misteri Berdirinya Masjid Agung Demak (1)

Padasuka.id – Demak. Kemegahan dan keunikan Masjid Agung Demak yang berada di Kota Demak, Jawa Tengah, memang tidak terbantahkan. Masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah di era abad ke-15 Masehi tersebut termasuk satu dari sejumlah masjid tua di Nusantara yang masih lestari sampai hari ini.

Meskipun pembangunan masjid yang berdiri di depan alun-alun Kota Demak itu diprakarsai oleh Raden Patah alias Senopati Jinbun, namun keunikannya malah melekat pada Sunan Kalijaga. Mengingat, anggota Wali Songo turunan Bupati Sumenep, Madura, ini membuat tiang utama masjid yang berbeda dengan anggota wali yang lainnya. Yakni, yang kemudian dikenal dengan sebutan “Saka Tatal.” Sehingga, jika orang mendengar nama Masjid Agung Demak, yang tergambar di benak adalah Saka Tatal. Tentang bagaimana cerita tiang masjid yang dibuat dari serpihan kayu itu, kiranya sudah sangat umum dibahas.

Di balik berbagai hal tentang kisah Masjid Agung Demak, ada satu hal yang sampai saat ini masih terbilang misteri. Yaitu, pada tahun berapa di abad ke-15 Masehi itu masjid tersebut didirikan? Melacak pada sumber-sumber babad dan serat, yang lebih banyak dibahas adalah proses pembuatannya bukan pada kronologi waktu pembangunannya.

Merujuk pada sumber ensiklopedia digital, semisal Wikipedia, Masjid Agung Demak didirikan pada tahun 1401 Saka (Masehi ?).

Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan pada tanggal 1 Shofar,” demikian seperti ditulis di sitis Wikipedia.

Ruang dalam Masjid Agung Demak (Ist.)

Apa yang ditulis oleh sumber di atas adalah salah satu dari sejumlah perkiraan saja. Sayangnya, sumber tersebut tidak mencantumkan sumber rujukan utamanya serta tidak menyebut gambar bulus yang dimaksud berada di mana letaknya. Sebab, sebagai simbol pranata mangsa atau candra sengkala biasanya gambar yang dimaksud berada pada posisi yang menentukan.

Kemudian, melacak pada sumber penelitian, setidaknya ada empat angka tahun yang diperkirakan menjadi tahun berdirinya Masjid Agung Demak. Tahun berapa saja? Ikuti pada edisi berikutnya.

Di luar misteri angka tahun berdirinya Masjid Agung Demak, dalam waktu dekat ini di masjid tersebut akan digelar perhelatan akbar untuk mendoakan bangsa dan negara dengan doa-doa para Nabi yang diabadikan dalam kitab suci yang teramgkum dalam Kitab Munajat. “Nusantara Bermunajat”, demikian nama perhelatan qur’ani tersebut.

Ruang dalam Masjid Agung Demak (Ist.)

Nusantara Bermunajat di Masjid Agung Demak ini adalah kali ke-3 diselenggarakan oleh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA). Kali ini, bekerjasama dengan pihak Masjid Agung Demak.

Menurut keterangan sekretaris panitia pelaksana Nusantara Bermunajat 3, Amir Maulana, acara tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Januari 2020 yang akan dimulai dari pukul 08.00 WIB (pagi) sampai waktu Dhuhur. Amir menambahkan, acara ini berlaku untuk umum, pria dan wanita. Dan secara resmi, lanjutnya lagi, pihak panitia telah mengundang jajaran pemerintahan setempat, pihak Nahdlatul Ulama (NU), serta lembaga dan banom-banomnya.

Lebih lajut Amir menegaskan, bahwa acara Nusantara Bermunajat murni acara doa bersama dan pengajian untuk mengharap rudho Allah SWT demi kebaikan, kemakmuran, dan ketenteraman bangsa dan negara. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top