Kabar

Seret Islam Sebar Hoax Corona

Padasuka.id– Mewabahnya virus corona ternyata juga menjadi ajang ‘perang’ klaim dan menjadi ‘alat’ untuk saling menyudutkan satu sama lain. Dimulai dari negara tempat awal sebarannya, jumlah korban, dampak, bahkan sampai menyeret-nyeret nama agama dengan narasi yang tendensius.

Pekan lalu, Senin 3 Februari 2020 Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) melalui siaran pers-nya merilis adanya temuan 54 konten hoax dan disinformasi mengenai penyebaran virus yang mematikan itu. Dalam siaran pers bernomor 18/HM/KOMINFO/02/2020 tersebut Kementerian Kominfo menyatakan bahwa selama dua minggu terakhir, sebaran konten hoax dan disinformasi mengenai penyebaran virus corona atau atau novel coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia meningkat. Untuk itu, Kementerian Kominfo proaktif melakukan pemantauan konten dan mendorong aparat penegak hukum melakukan penindakan atas pelaku penyebaran hoaks terkait virus corona.

Gambar tangkapan layar dari kanal CCTV Video News Agency

Sebaran hoax dan disinformasi itu tentu saja membuat rasa takut sebagian masyarakat semakin meningkat. Tidak hanya itu, isu agama juga menjadi bumbu penyedap rasa hoax yang laris manis di pasaran media sosial. Terkait dengan hal ini, antara lain adalah tentang beredarnya narasi yang mengatakan bahwa Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi sebuah masjid dan minta didoakan kepada ummat Islam, seperti yang dibagikan akun Facebook bernama Ptq Abdillah, pada 4 Februari 2020 yang lalu. Akun ini menulis, “Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi masjid dan meminta ummat Islam untuk berdoa di negara yang sedang dilanda krisis ini. Kami membutuhkan bantuan Anda.”

Kalimat unggahan akun Ptq Abdillah tersebut dilengkapi dengan video berlogo CCTV Video News Agency –bagian dari China Global Television Network. Dalam video itu menayangkan berita kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke sebuah masjid. Namun dalam unggahan itu tidak tercantum keterangan lokasi masjid itu di mana serta kapan peristiwanya.

Kemudian, unduhan video kedatangan Xi Jinping ke sebuah masjid itu beredar melalui aplikasi pesan berantai WhatsApp. Dan, sejak pekan lalu juga video itu menjadi perbincangan di beerapa WhatsApp Group (WAG).

Nah, akhirnya Presiden Cina Xi Jinping minta tlg ke ummat islam agar mendoakan wabah virus corona agar sgr bs diatasi. dtg ke masjid di cina dia,” demikian salah satu narasi dalam satu WAG yang dikirim bersama unduhan video tersebut.

Lantas benarkah narasi itu? Ternyata untuk menemukan video unggahan aslinya tidak terlalu susah. Setelah mencoba mengetik kata kunci, “President Xi Jinping visits mosque” di kolom pencarian YouTube, video yang sama muncul di kanal CCTV Video News Agency dengan judul “Chinese President Visits Big Mosque in Northwest China.” Video tersebut dipublikasikan ke YouTube pada 21 Juli 2016.

Kemudian, menurut keterangan dalam kanal CCTV tersebut antara lain dijelaskan bahwa peristiwa itu adalah ketika Presiden Cina Xi Jinping melakukan kunjungan ke Masjid Xincheng di Kota Yinchuan, Cina, dalam rangka tur pencarian fakta di Daerah Otonomi Ningxia Hui di barat laut Cina. Saat itu Xi Jinping berbincang-bincang dan membandingkan catatannya dengan para imam dan ummat Islam, baik di dalam ataupun di luar masjid. Dijelaskan pula, komunitas muslim di masjid itu adalah komunitas terbesar di wilayah otonom dan salah satu yang terbesar di barat laut Cina.

Tangkapan layar dari kominfo.go.id tentang “Presiden China Umumkan Virus Corona Sudah Jadi Epidemi dan Memohon Doa Umat Islam” yang berasal dari sebaran melalui akun FB.

Dengan demikian, video sebagaimana diklaim oleh akun Facebook Ptq Abdillah tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan virus corona. Melihat dari waktu publikasinya, 21 Juli 2016, video itu sudah beredar sejak tiga tahun sebelum virus corona mewabah di Wuhan, Cina.

Masih seputar hoax yang menyeret-nyeret nama agama, sebelumnya, pada 30 Jauari 2020, melalui situs resminya kominfo.go.id, Kementerian Kominfo juga telah merilis sebaran hoax kategori disinformasi tentang “Presiden China Umumkan Virus Corona Sudah Jadi Epidemi dan Memohon Doa Umat Islam.”

Situs itu menerangkan:

Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Presiden China mengumumkan virus Corona telah menjadi epidemi dan memohon kepada umat Islam mendoakan China.

Informasi itu berawal dari akun Facebook bernama Navias Tanjung pada 28 Januari 2020 yang mengunggah gambar tangkapan layar akun Facebook Muhsin Labib dengan narasi:

Presiden China mengumumkan virus corona telah menjadi epidemi dan memohon kepada umat Islam mendoakan China. (Aljazeera),

Tangkapan layar itu juga menyertakan foto Presiden China Xi Jinping dan logo Al Jazeera.

Atas sebaran informasi itu, kominfo.go.id menegaskan:

Faktanya, wabah virus Corona Wuhan telah terjadi dan dilaporkan ke WHO jauh sebelum pernyataan Presiden China Xi Jinping. Tidak benar bahwa Presiden China tersebut memohon agar umat Islam mendoakan China. Seperti yang dilansir dari Cekfakta liputan6.com. Foto tersebut menggambarkan Presiden China Xi Jinping berpidato dalam peringatan ke-40 reformasi dan keterbukaan China, tidak ada kaitan dengan wabah virus corona Wuhan.

Demikian dua hoax disinformasi seputar virus corona yang menyeret-nyeret nama agama. (AF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top