Kabar

HOAX..!! “Kiriman dari Teman yang Ada di Negeri Cina”

Padasuka.id – Jakarta. Belum lama ini, bahkan sampai berita ini disusun, di aplikasi percakapan WhatsApp (WA) terutama di WA grup beredar video ummat Islam Cina sedang melaksanakan shalat berjamaah di sebuah masjid hingga penuh sampai ke halamannya. Kiriman video itu dilengkapi dengan narasi yang menyebutkan bahwa kegiatan peribadatan tersebut berkaitan dengan virus corona yang sedang mewabah di Kota Wuhan, Cina. Dikatakan pula, asal video itu dapat kiriman dari temannya yang berada di Cina.

Tangkapan layar dari salah satu WAG tentang sebaran narasi hoax yang menyertai video tersebut

Kiriman dari teman yang ada di negeri Cina. Sejak presiden cina sin jin ping datang kemasjid dan meminta tolong kepada orang orang yang ada dimasjid agar mereka berdoa kepada Tuhan agar mereka dibebaskan dari virus corona yang mematikan itu, sekarang orang orang cina berbondong bondong datang kemasjid untuk ikut sholat dan berdoa. Tetapi karena mereka bingung menghadapnya kemana ya ikut saja teman teman yang ada disebelahnya. Pemandangan yabg lucu tapi bikin merinding. Semoga mereka mau masuk Islam. Aamiin,” demikian narasi yang beredar di sejumlah WA grup hasil pantauan Padasuka.id.

Berkaitan dengan narasi tersebut, pada kalimat yang menyebut Presiden Cina Xi Jinping datang ke masjid untuk meminta doa terhadap ummat Islam atas wabah virus corona, sudah jelas salah dan sudah dibahas dalam media ini.

Tangkapan layar narasi dan video unggahan FB Isal Saepulloh (7/2/2020)

Kemudian, berkaitan dengan narasi berikutnya yang menjadi keterangan video, setelah melancak pada turnbackhoax.id (10/2/2020) ternyata juga salah. Situs yang aktif melacak persoalan hoax ini menerangkan, bahwa video dengan narasi tidak sesuai fakta itu di antaranya berasal dari akun Facebook “Isal Saepulloh Al Bumiayuni” (facebook.com/isal.saepulloh).

Dalam akun Facebook Isal Saepulloh, video tersebut diberi narasi, “Saking takutnya dengan virus corona. Orang Cina Islam yang sholat mereka pun pada ikutan walaupun arahnya kemana mana.”

Setelah dilacak, akun Facebook Isal Saepulloh telah membuat konten yang salah. Yakni, konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. Ia juga menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks video yang sebenarnya sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah. Sebab, video yang ia bagikan aslinya adalah video mengenai Shalat Ied di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Video tersebut sebelumnya diunggah oleh akun Mak Mohamed berjudul: “Eid prayer in China, Yiwu, Zhejing province.” Mak mengunggah video itu pada 5 Juni 2019, sedangkan Isal mengunggah pada 7 Februari 2020.

Mak Mohamed” (facebook.com/Mak.Clt.India): “Eid prayer in China, Yiwu, Zhejing province
http://bit.ly/2SvpTZL / http://archive.md/l7ddv/image (arsip cadangan).

Tangkapan layar narasi dan video unggahan asal di FB Mak Muhamed (5 Juni 2019) –dari turnbackhoax.id

Berikutnya, kesalahan pada data bulan tersebarnya virus corona di Wuhan Cina. Turnbackhoax melacak kronologi penemuan wabah, “Wikipedia: 1–18 Desember 2019.”

Dijelaskan: “Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”

Google Translate, selengkapnya di “Kronologi wabah” http://bit.ly/2H6iScN / http://archive.md/7zRhF (arsip cadangan)

Kesimpulannya, narasi yang menyertai video tentang ummat Islam sedang sholat berjamaah unggahan akun Isal Saepulloh adalah salah alias hoax. Sebab, video itu adalah rekaman warga muslim Cina yang sedang melaksanakan shalat hari raya, alias tidak ada kaitannya dengan virus corona. Di mana, awalnya video itu dengan narasi sebenarnya, diunggah oleh akun Mak Muhamed pada Juni 2019, yakni sebelum virus corona mewabah di Cina. Sedangkan akun Isal Saepulloh, mengambil video yang sama lalu ditambahi narasi versi dia (yang hoax) kemudian diunggah pada 7 Februari 2020.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top