Kabar

Keren! YIA Didukung Sistem Deteksi Gempa & Tsunami

Padasuka.id – Yogyakarta. Pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) dirancang secara canggih dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemungkinan bencana alam akan menimpa. Sebagaimana diketahui, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk wilayah yang kerap dilanda gempa bumi. Oleh karenanya, bandar udara (Bandara) baru itu dirancang sedemikian rupa agar tahan terhadap gempa dengan magnitudo 8,8. Bahkan, area tersebut juga kuat apabila diterpa tsunami yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut.

Awal pekan ini, Senin (10/2/2020) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati meninjau kesiapan infrastruktur deteksi gempa dan tsunami di YIA di Kulon Progo, DIY. YIA merupakan bandara pertama yang didukung sistem terpadu mengantisipasi potensi gempa dan tsunami serta cuaca ekstrem. Demikian seperti dirilis situs resmi bmkg.go.id (11/2/2020).

Dwikorita (dua dari kanan) saat meninjau YIA (10/2/2020) Foto: bmkg.go.id

Jadi, hari ini kita meninjau titik mana pada lantai yang mana, dinding yang mana alat itu harus dipasang. Sehingga nanti semua bisa melihat jika ada gempa langsung bisa terbaca pada layar, berpotensi tsunami atau tidak. Sehingga nanti bisa dilakukan langkah-langkah respons lanjut,” ungkap Dwikorita di Bandara YIA, Kulon Progo, Senin (10/2).

Diungkapkan, BMKG sendiri memiliki fasilitas alat pemantau kondisi cuaca di YIA. Sementara sistem pengamatan gempa bumi dan peringatan dini tsunami bandara saat ini sedang memasuki tahap akhir pemasangan.

Dwikorita menegaskan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan alat yang dipasang berada di lokasi yang tepat. Pada kegiatan itu, Dwikorita didampingi Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu serta Kepala Balai Besar MKG Wilayah II.

Adapun alat yang sudah terpasang di tempat sementara nantinya dipindahkan ke bangunan baru yang dipadukan dengan kebutuhan stasiun meteorologi penerbangan di Bandara YIA.

Jadi, selain alat pemantau kondisi cuaca seperti AWOS, radar, deteksi windshear dan deteksi abu vulkanik akan dipasang juga peralatan monitoring gempa bumi seperti Accelerograph, Intensitymeter dan Sistem Peringatan Dini Gempabumi (EEWS),” terang Dwikorita.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG beserta rombongan juga meninjau kondisi gedung terminal dan gedung pusat krisis yang dapat difungsikan sebagai shelter evakuasi jika terjadi tsunami.

Saya rasa ini merupakan salah satu shelter dengan desain yang terbaik. Namun tentu saja harus dilengkapi dengan rencana kontigensi penanggulangan bencana serta melakukan gladi evakuasi atau simulasi sebagai respons terhadap peringatan tsunami, agar pengelola dan pengunjung bandara ini lebih siap untuk mengurangi; mencegah risiko bencana yang ada,” lanjutnya.

YIA Tahan Gempa Besar dan Tsunami

Bandara YIA sendiri dirancang secara seksama sehingga tahan terhadap gempa dengan magnitudo 8,8. Area tersebut juga kuat apabila diterpa tsunami yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut.

Yogyakarta International Airport merupakan contoh bandara yang paling siap dalam mengantisipasi potensi gempa dan tsunami karena dilengkapi sistem pemantauan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Sistem deteksi gempa dan tsunami itu diperkuat dengan sensor accelerometer 1 buah, sensor intensitymeter 2 buah, Earthquake Early Warning System 1 buah. Selain itu, juga sedang disiapkan radar untuk memonitor gelombang tinggi dan tsunami.

Adapun sensor gempa bumi di YIA terhubung dengan jaringan BMKG Pusat di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan diperkuat dengan back up sistem di BMKG Denpasar-Bali. Dengan begitu, deteksi gempa dan tsunami dapat dipantau dari jarak jauh serta rekam data aman karena terdapat back up system.

Sistem deteksi gempa dan tsunami di YIA dirancang agar dapat memberi peringatan cepat jika terjadi gempa bumi. Apabila sewaktu-waktu terjadi gempa maka dalam waktu 3 sampai dengan 5 menit dapat segera diketahui posisi pusat gempa, besar magnitudo gempa dan potensi tsunaminya.

Info gempa dan potensi tsunami secara otomatis dapat terpantau di terminal bandara, kantor BMKG Bandara YIA dan di Crisis Center Bandara YIA, sehingga dapat dilakukan respons segera dengan tepat.

Apa yang dirancang di YIA merupakan terobosan baru dalam pembuatan bandara terkait dengan kondisi alam yang rentan terhadap gempa bumi dan bencana lain yang mengiringi.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top