Kabar

Dari Bali Gemakan Munajat Demi Redam Pandemi

Padasuka.id – Bali. Wabah virus corona baru atau yang kemudian disebut Covid-19 kini menjadi pandemi, yakni wabah penyakit yang mendunia. Selain cara medikal, cara spiritual pun juga banyak dilakukan dalam upaya meredam penyakit yang penyebab utamanya sampai saat ini masih diperdebatkan tersebut.

Dengan harapan agar wabah Covid-19 yang akhirnya menjangkiti negeri ini tidak menjadi bencana nasional, Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, menyampaikan seruan kepada jamaahnya agar membaca “Kitab Munajat Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an,” sekurangnya diikuti oleh 70 orang pembaca di masing-masing daerah. Seruan yang disampaikan pada Selasa, 17 Maret 2020 itu dilengkapi pula dengan tata cara pengamalannya yang merujuk pada keterangan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 155. Yang mana, doa dalam surat tersebut juga terangkum dalam Kitab Munajat.

Merespon seruan tersebut, PADASUKA Bali segera menggelar pembacaan Kitab Munajat berjamaah yang dikhususkan untuk meredam wabah Covid-19. Melalui keterangan tertulis, Koordinator PADASUKA Bali, Yudi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan itu dilaksanakan di Saung Bukit Jimbaran, Kelurahan Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Rabu malam, 18 Maret 2020. Rangkaian acaranya dimulai dari pukul 19.30 WITa.

Mengusung tema “Munajat Pangruwat Jagat,” puluhan pengamal Kitab Munajat se-Pulau Bali duduk bersimpuh di Saung Bukit Jimbaran untuk bermohon kepada Sang Pencipta. Penuh khusyu’ para jamaah yang terdiri dari kaum bapak dan ibu-ibu beserta sejumlah anak-anak itu menggemakan untaian doa para Nabi yang diabadikan dalam kitab suci demi teredamnya pandemi.

Sebagai informasi tambahan, dengan mewabahnya Covid-19 yang diikuti dengan sistem ‘lockdown’ di masing-masing negara terdampak, menjadikan Pulau Bali sepi dari wisatawan manca negara. Hal ini tentu saja berdampak pada lesunya perekonomian dari sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan penghasilan Pulau Dewata tersebut.

Kemudian, di malam yang sama, tidak lama setelah Munajat Pangruwat Jagat usai digelar, atau tepatnya pada Kamis dini hari pukul 00.45.38 WIB, Badan Meteorologi, Klimatotolgi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi bahwa wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik.

Melalui situs resminya bmkg.go.id dijelaskan, dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Mw=6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 11.4 LS dan 115.04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 305 kilo meter arah selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 10 kilo meter.

Semoga, dengan wasilah Munajat Pangruwat Jagat yang diikuti lebih dari 70 orang jamaah itu menjadikan pandemi Covid-19 segera berlalu. Semoga pula, Pulau Dewata pun selamat dari ancaman musibah gempa bumi yang belakangan ini kerap melanda. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top