Kabar

Ketika Isra’ Mi’raj Nabi Diperingati di Tengah Pandemi

Padasuka.id – Tangerang Selatan. Dari sisi ilmu pengetahuan modern, Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa menakjubkan yang sampai saat ini masih menjadi kajian bagi para ilmuwan. Secara lahiriah bagaimana perjalanan teramat jauh itu bisa terjadi dalam rentang waktu yang tidak sampai satu malam, dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Yarussalim, Palestina. Belum lagi peristiwa yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW saat Mi’raj menuju Shidratul Muntaha. Secara eksakta, tentu jauh dari jangkauan logika. Namun siapa yang dapat membantah kebenaran dari peristiwa suci itu? Agaknya, dari sini peristiwa Isra’ Mi’raj yang melahirkan perintah shalat lima waktu itu kemudian diperingati dalam setiap tahunnya oleh kaum muslimin di dunia, terutama di Nusantara.

Sebagian besar ulama meyakini peristiwa mengagumkan sepanjang sejarah itu terjadi pada tanggal 27 di bulan Rajab. Dalam kalender Masehi, untuk tahun ini, tanggal dan bulan yang dimaksud bertepatan dengan Minggu, 22 Maret 2020. Dan, pada hari di mana Nabi Muhammad SAW, 15 abad silam menyampaikan perintah Allah SWT sepulang dari Isra’ Mi’raj, Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) menggelar pengajian umum untuk memperingatinya.

Ya, hari ini, Minggu, 22 Maret 2020, PADASUKA dan Pondok Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, menggelar acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman pesantren tersebut.

Sebagaimana diketahui, peringatan Isra’ Mi’raj dan hari-har besar keagamaan lainnya, saat ini dianjurkan oleh pemerintah untuk ditangguhkan. Mengingat, wabah peyakit pernafasan akibat virus corona yang pada akhir 2019 lalu mewabah di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubai, Tiongkok (China), selanjutnya merambah ke seantero jagat, termasuk ke Indonesia sehingga akhirnya disebut pandemi. Penyakit jenis anyar yang oleh WHO dinamai Covid-19 itu, kini menjadi topik utama dunia hingga di beberapa sisi mampu menggeser urusan agama –yang sebelumnya telah menjadi kesepakatan bersama. Bukan hanya peringatan hari besar keagamaan dan sejenisnya, bahkan shalat Jum’at pun sampai ditangguhkan. Semua itu dilakukan, menurut penganjurnya, dengan merujuk kepada hasil penelitian para ahli, demi untuk mencegah penularan yang lebih masif lagi.

Oleh sebab itu, tidak sedikit panitia peringatan hari-hari besar keagamaan yang menangguhkan acaranya, bahkan ada juga yang sampai membatalkannya. Begitu pula dengan peringatan Isra’ Mi’raj yang digelar PADASUKA hari ini, sedianya akan digelar di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara, bersama pihak JIC dan beberapa pihak lainnya. Namun, karena persoalan Covid-19, atas anjuran Pemerintah DKI Jakarta, acara di JIC ditangguhkan. Hanya saja, demi memuliakan hari mulia yang sampai hari ini menjadi perhatian para ilmuwan dunia itu, kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tetap diselenggarakan di tempat yang berbeda, yakni di Ponpes Ummul Qura,.

Penyelenggaraan acara berjamaah di tengah anjuran pemerintah agar tidak membuat kegiatan yang melibatkan orang banyak (berjamaah) ini, bukan berarti tidak menghormati anjuran tersebut. Pun juga bukan menganggap enteng mewabahnya Covid-19 yang dikabarkan telah banyak menelan korban. Melainkan, hari ini adalah hari Minggu ke-4 di bulan Maret 2020. Di mana, setiap hari Minggu ke-4 dalam setiap bulannya PADASUKA memang memiliki agenda rutinan yang selalu diistikomahkan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi penyeimbang langkah dalam menyikapi persoalan yang ada dari sisi spiritual keagamaan. Sebagaimana diketahui sesuai sabda Nabi SAW, bahwa berkumpulnya banyak orang dalam majelis ilmu atau riungan dzikir dapat mengetuk pintu langit untuk memohon curahan rahmat Allah SWT serta ampunan-Nya dan terkabulnya doa. Bahkan disabdakan, riuangan dzikir disebut sebagai Taman Surga, yang mana ribuan malaikat terlibat di dalamya serta mendukung para jamaah yang berdzikir dan berdoa. Nah, dalam suasana berkah yang bercampur baur dengan makhluk tak pernah berdosa itu, jamaah yang terlibat dalam acara ini mengemis rahmat Ilahi Rabbi agar pandemi segera diakhiri. Terlepas pandemi ini bersifat murni atau hasil konspirasi tingkat tinggi, dimohokan agar kondisi negeri ini serta negeri-negeri yang lainnya segera normal kembali. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top