Kabar

Redam Covid-19; M2NF Gelar Munajat di Malam Isra’ Mi’raj

Padasuka.id – Jakarta. Sabtu malam, 21 Maret 2020 Masehi, dalam hitungan kalender Hijriyah bertepatan dengan 27 Rajab 1441. Yang itu artinya adalah malam di mana 15 abad yang silam, Nabi Muhammad SAW menjalankan perintah Isra’ dan Mi’raj. Dan, di waktu yang bertepatan dengan peringatan malam turunnya perintah shalat lima waktu tersebut Majelis Munajat Nurul Falah (M2NF), Srengseh Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar pembacaan “Kitab Munajat” berjamaah yang dikhususkan sebagai upaya untuk meredam sebaran wabah virus corona (Covid-19) beserta hal-hal negatif lainnya yang menyertai.

Walaupun pembacaan Kitab Munajat di majelis asuhan Ustadz Ahmad Mukhlisin Choir ini adalah kegiatan rutinan setiap malam Minggunya, namun pada malam tersebut juga sekaligus sebagai kepedulian terhadap kondisi wabah penyakit yang kini menjadi pandemi. Yang mana, dalam pembacaan Kitab Munajat yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an, kali ini disesuaikan dengan seruan Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA –terutama dalam jumlah jamaah.

Sebelumnya, Selasa, 17 Maret 2020, melalui pernyataan tertulis, Kiai Syarif menyampaikan seruan terhadap seluruh jamaah PADASUKA agar membaca Kitab Munajat yang diikuti oleh sekurangnya 70 orang jamaah (pembaca) di daerah masing-masing dengan harapan agar wabah Covid-19 yang telah merambahi negeri ini tidak sampai menjadi bencana nasional. Dalam keteranganya, cara yang diserukan itu merujuk terhadap apa yang telah dilakukan oleh Nabi Musa sebagaimana tertera dalam surat Al-A’raf ayat 155.

Kembali pada suasana pembacaan Kitab Munajat di M2NF, puluhan jamaah yang hadir duduk berdempetan di dalam majelis sambil mengalunkan kalam-kalam Tuhan demi meraih kebaikan bagi diri, keluarga, lingkungan, dan kondisi negaranya. Semua tunduk dalam haru, penuh harap agar musibah yang mewabah segera berlalu.

Seusai pembacaan Kitab Munajat disampaikan beberapa himbauan oleh Ketua RT setempat terkait dengan persoalan Covid-19. Yang intinya agar para jamaah mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah terutama dalam menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta pola hidup. Dipesankan juga, agar masyarakat tidak panik dengan kondisi yang ada namun juga tetap waspada. Hal yang tidak kalah pentingnya, tambah dia, jangan mudah percaya terhadap sebaran informasi yang tidak jelas sumber resminya agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak betanggung jawab.

Hal senada, juga disampaikan pengasuh majelis, Ustadz Ahmad Mukhlisin. Ia menandaskan, agar kita bersikap sewajarnya dalam menghadapi musibah ini serta seimbang dalam upaya, antara yang lahiriyah dan batiniyah. Sebab, tandasnya lagi, semua sudah digariskan oleh Tuhan Sang Pencipta. Maka, semakin mendekat kepada-Nya akan semakin memungkinkan dapat meraih rahmat dan pertolongan-Nya.

Terkait dengan anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan, lanjut Ustadz Mukhlis, sapaan akrabnya, menurut dia adalah sesuatu yang memang seharusnya ummat Islam lakukan. Sebab, Nabi bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Hal lain lagi, ummat Islam memiliki anjuran yang bernilai lebih dalam menajga kebersihan, yaitu senantiasa menjaga kesucian diri dengan berwudhu.’

Sebenarnya, ada anjuran atau tidak, kita sebagai ummat Islam, memang harus bersih. Jadi tidak harus nunggu ada virus Corona lalu kita bebersih. Masuk masjid, kita bersuci dulu, lepas alas kaki, bersih kan? Masuk majelis, juga demikian. Bagi ummat Islam menjaga kebersihan itu sudah biasa. Ya, sudah biasa kita lakukan dalam setiap hari. Bahkan mau tidur pun, dalam Islam dianjurkan bersih dan berwudhu’, masih kurang bersih apa? Jadi tdak usah panik, santai saja, jalani apa adanya. Ikhtiar lahir ya dijalankan; ikhtiar batin jangan sampai ditinggalkan. Jangan lupa berdzikir, istikomahkan baca Kitab Munajat karena dalam kitab ini sudah lengkap semuanya, insya Allah aman. Secara khusus malam ini yang kebetulan malam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kita berdzikir dan berdoa bersama memohon kepada Allah dengan untaian Kalamullah, mengikuti anjuran dari guru kita bersama, Abi Kiai Syarif Rahmat, agar musibah yang terjadi segera berakhir,” terang Ustadz Mukhlis untuk kemudian menutup rangkaian acara. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top