Anekdot

Ketawa Ala Orang Madura Ketika Distop Polisi di Lamer

Ilustrasi/Ist.

Muhammad Kosim, demikian nama asli lelaki asal Madura ini sebagaimana yang tertera dalam KTP elektroniknya. Tetapi ia lebih akrab dipanggil Mattasim oleh keluarga dan tetangganya. Cak Mat, menjadi sapaan populernya ketika ia menjadi pedagang sate di Jakarta.

Suatu saat Cak Mat pulang lebih awal dari biasanya saat berdagang sate. Menurutnya, itu ia lakukan demi mematuhi aturan pemerintah agar tidak berjualan terlalu malam serta tidak menimbulkan kerumunan orang banyak.

Sepulang dari pangkalan satenya, Cak Mat tampak girang karena dagangannya habis terjual. Dengan hati senang ia memacu sepeda motornya untuk pulang ke rumah. Mungkin karena saking senangnya ia lupa kalau di depan lamer alias lampu merah sedang menyala, pertanda harus berhenti. Mau ngerem tanggung, ia terobos saja lampu merah itu. Tahu-tahu… “Priitttt!….!!” Seorang petugas menghentikan Cak Mat.

“Ada apa Pak kok nyetop saya? Saya pulang dagang ndak malam, kok. Patuh saya sama aturan pemerintah,” tanya Cak Mat seolah tiada salah.

“Anda sadar tidak, kalau Anda ini melanggar peraturan….” jawab petugas yang segera dipotong oleh Cak Mat.

“Lo, gimana Bapak ini? Kan tadi saya udah bilang, kalau saya ini patuh aturan. Aturannya ndak boleh dagang sampai malam, ya jam segini saya udah pulang,” jawab Cak Mat dengan logat Maduranya yang kental.

“Anda tahu tidak, kalau tadi Anda menerobos lampu merah?” Tanya petugas itu lagi.

“Oo… Kalau soal itu saya tahu, Pak. Yang ndak tahu itu, kenapa Bapak tiba-tiba ada di sini….?”

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top