Anekdot

Di Kampung Mattasim Tarawih Disarankan Berjamaah di Langgar

Setelah hampir dua minggu tidak bertemu Mattasim, sebagai teman akrab, Amir ternyata kangen juga. Memang, Mattasim yang punya panggilan trendi Cak Mat, itu walau kadang suka bikin kesal, tetapi ia tergolong orang yang setia teman dan tahu betul bagaimana cara membangkitkan potensi keahlian temannya. Tidak terkecuali soal ilmu ‘anatomi’ yang lumayan dikuasai Amir dari hasil kuliahnya. Tak jarang Mattasim minta diurut untuk meningkatkan keahlian temannya itu soal titik-titik persendian yang mulai kurang normal.

Seusai shalat Tarawih sendirian di rumah, Amir menelepon Mattasim yang sudah pulang kampung sebelum musim mudik tiba.

“Assalamu’alaikum.. Apa kabar Cak Mat,” sapa Amir mengawali pembicaraan melalui telepon genggam.

“Alaikumus salam warahmaturllahi wabaraktuhu… Baik-baik saja, Mas Amir,” Mattasim menjawab.

Amir lalu menceritakan kalau Presiden Joko Widodo saat wawancara di TV swasta nasional juga memilah pengertian istilah ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’ seperti yang sebelumnya telah disampaikan Mattasim. Mendengar kabar itu, Amir belum selesai bicara, Mattasim langsung memotongnya.

Istimewa

“Iya kan? Saya bilang apa, Mas. Bapak Insinyur Haji Joko Widodo itu adalah presidennya rakyat, maka beliau faham betul bahasa rakyat. Lagian, beliau juga orang kampung, maka tahu apa bedanya mudik dengan pulang kampung. Karena beliau sudah pasti berpengalaman soal mudik dan pulang kampung. Kalau orang-orang kota kan ndak pernah pulang kampung, makanya mereka ndak bisa membedakan antara pulang kampung dengan mudik. Belum lagi bedanya antara pulang kampung dengan nganterin barang-barang pesanan orang-orang kampung ke kampung mereka….”

Agaknya Amir tidak tertarik memperpanjang bahasan itu. Ia lalu bertanya soal shalat Tarawih di kampung halaman Mattasim.

“Alhamdulillah, Mas… Shalat Tarawih di kampung kami masih 23 rakaat plus witirnya. Belum dapat kortingan walau listrik ada yang dapat diskon, malahan ada yang gratis.”

“Dikerjakan sendiri-sendiri di rumah atau berjamaah, Cak Mat?” Tanya Amir lagi.

“Berjamaah, dong Mas. Masak shalat Tarawih setahun sekali aja dikerjakan sendirian,” jawab Mattasim mantap.

“Di rumah atau di masjid?” Kejar Amir.

“Di langgar, Mas. Kalau di masjid kan ndak boleh, karena sedang musim penyakit. Warga kampung kami taat aturan, Mas,” jawab Mattasim yang membuat Amir penasaran.

“Loh, apa bedanya Cak, berjamaah di masjid dengan di langgar atau mushalla? Kan sama-sama mendatangkan orang banyak? Mendatangkan orang banyak hingga terjadi kerumunan itu yang dilarang, sehingga shalat Tarawih berjamaah pun tidak boleh dilaksanakan di masjid?” Tanya Amir lagi.

“Kan sudah saya bilang, kami shalat Tarawih berjamaah di langgar, bukan di masjid,” jawab Mattasim.

“Iya, apa bedanya? Kan sama-sama mendatangkan kerumunan orang?” Selidik Amir.

“Ya, bedalah, Mas. Makanya sampean itu jangan di kota terus. Sekali-kali ikut saya ke kampung biar tahu perbedaannya,” jawab Mattasim.

“Maksudnya beda kapasitas atau daya tampung jamaahnya, kalau di langgar? Kalau soal itu, kan cuma beda dalam jumlah, tapi hakikatnya tetap sama, yaitu menimbulkan datangnya banyak orang,” jawab Amir.

“Wah ini, kalau anak kuliahan kelamaan di kota. Di kampung kami, tahun ini malah disarankan untuk shalat Tarawih berjamaah di langgar, kok. Kata Pak RT, dengan berjamaah di langgar, pahala jamaaahnya tetep dapat dan itu akan dapat juga memutus mata rantai penyebaran penyakit menular. Jadi kami ini taat peraturan Mas,” jawab Mattasim.

“Maksudnya, Cak? Potong Amir yang tambah penasaran.

“Begini Mas Amir yang baik… Di kampung kami ini, setiap rumah pasti punya langgar sendiri-sendiri. Jadi, kami shalat Tarawih di langgar kami sendiri. Jamaahnya, ya keluarga kami sendiri. Tetangga ndak ada yang ikutan, karena mereka juga punya langgar sendiri…”

“Eyalaaah, tak kira…..” jawab Amir tersenyum.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    27 April 2020 at 1:16 pm

    Sepertinya amir yg ngaku anak kuliahan itu suka berdebat dgn mattasim yg saat ini dpt dukungan dari orang no. 1 RI…luarr biasa mattasim…terimakasih mattasim istilah2 kata2nya…ditunggu kata2 baru lgi supaya amir tambah ilmu perbendaharaan kata2..sehingga bisa menambah kata2 buat bahan kuliah tentang kata2 karena kata2 bisa membuat org bingung apa makna sesungguhnyaa dari kata2 itu sendiri…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top