Kabar

Beralasan Covid-19, Dikabarkan Seorang Kiai Diculik Secara Halus

Padasuka.id – Jawa Tengah. Setidaknya sejak Sabtu, 9 Mei 2020 lalu beredar kabar bahwa seorang kiai dan dua orang lainnya di daerah Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diculik secara halus oleh aparat. Dikatakan, dengan memvonis sang kiai terpapar virus corona (Covid-19) maka pengasuh pesantren tersebut dijemput dari kediamannya kemudian dibawa petugas.

yaa robby jaga Para ULAMA KAMI.
Mereka ialah yg membawa sunnah kakesih mu..
mohon agar waspada ini kejadian diwindusari mereka sudah mulai(menjemput) menculik secara halus kyai, pengasuh pondok dengan menvonis yang bersangkutan positif korona.
lokasi Pondok pesantren di Ds Kiringan, Gondangrejo Windusari, Kab. Magelang Jawa Tengah jumat 8/5/2020,” demikian kabar yang diunggah Facebook Siti Zhulaikha pada 9 Mei 2020 yang lalu dengan menampilkan foto mobil kepolisian terparkir di salah satu sudut halaman rumah.

Setelah menyebar antar akun media sosial, kabar tersebut lalu menyebar ke aplikasi pesan berantai WhatsApp. Karuan saja, atas kabar itu sebagian orang ada yang terpancing emosi, panik, resah, dan sebagainya. Apalagi, di masa-masa wabah yang tak kunjung berakhir ini, dibarengi pula dengan maraknya tindakan pelaku kriminal di berbagai daerah. Maka, sesuatu hal yang wajar jika ada orang yang gampang percaya atas suatu kabar sebelum ia menelusurinya terlebih dulu.

Terkait kabar di atas, benarkah demikian adanya? Setelah melakulan penelusuran, soal adanya penjemputan kiai dari kediamannya, memang benar adanya. Tetapi kalau dikatakan sebgai penculikan secara halus adalah sesuatu yang mengada-ada.

Melansir dari Tribratanews.jateng.polri.go.id, Kapolsek Windusari, Iptu Irfan Azyan membenarkan adanya pesan berantai seperti disitir di atas.

Benar pesan tersebut beredar melalui media sosial WhastApp. Dan, menambah resah masyarakat sekitar,” kata Iptu Irfan (10/5/2020) dalam rilisnya.

Irfan menjelaskan, bahwa pada Jumat, 8 Mei 2020 pihaknya telah melakukan penjemputan seorang kiai dan dua orang lainnya di daerah Windusari. Mereka dijemput oleh tim medis berpakaian APD lengkap dengan pengawalan Polsek dan Koramil.

Penjemputan tersebut dilakukan karena hasil tes swab kepada tiga orang tersebut hasilnya positif. Ketiga pasien tersebut memiliki riwayat ikut acara Itjima Ulama Sedunia di Gowa Sulawesi,” jelas Irfan.

Sebenarnya, pasien ini sudah dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri, namun muncul kekuatiran dari masyarakat sekitarnya.

“Penjemputan tersebut atas dasar permintaan masyarakat yang khawatir tertular. Oleh sebab itu kita selaku petugas Gugus Tugas Covid-19 koordinasi dengan pihak Muspika, Puskesmas Windusari dan kelurga pasien,” ungkapnya lagi.

Disampaikan juga, saat proses penjemputan tidak ada unsur paksaan sama sekali dari petugas. Namun sebaliknya mendapat respon positif dari pasien dan pihak keluarganya.

Selama proses penjemputan berjalan aman, lancar dan kondusif. Dan, pasien sudah dibawa ke eks Kantor BPPKP Srowol Mungkid Magelang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, atas beredarnya informasi tidak sesuai fakta itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kita akan usut sumber utamanya karena bisa dikenakan pasal di UU ITE,dengan menyebarkan berita bohong atau hoax,” tegasnya.

Ia pun berharap agar masyarakat lebih jeli jika mendapat informasi, apalagi yang belum jelas kebenarannya.

___________
Keterangan
Foto / ilustrasi utama adalah tangkapan layar dari situs berita Tribratanews terkait berita tersebut

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    16 Mei 2020 at 8:56 pm

    Semoga yg menyebarkan berita bohong/hoax segera tertangkap, karena jelas2 sdh meresahkan masyarakat dan membuat panik masyarakat…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top