Kabar

Luar Biasa, Warga Daerah Ini Tanam Padi di Lahan Bekas Laut

Padasuka.id – Wonogiri. Tidak berlebihan kiranya jika negeri ini dikatakan tercipta dari serpihan surga yang pernah bocor lalu membentuk satu rangkum kepulauan yang kemudian disebut Indonesia Raya. Tidak ketinggalan, seorang penjelajah asal jazirah Arab, Ali Thanthawi, menyebut negeri ini sebagai surga dunia. Dalam bukunya, Ali menulis kekagumannya atas kesuburan dan keindahan alam negeri ini ketika ia sempat berkunjung ke Indonesia.

Betapa tidak, setandus-tandusnya tanah di negeri ini masih bisa ditumbuhi tanaman. Apalagi yang memang subur, tentu sangat luar biasa ijo royo-royonya. Kalau di bagian permukaan tanah tidak mengalir air sungai, di perut buminya masih tersimpan aliran air berlimpah.

Pola tanam tumpang sari di Paranggupito

Berbicara seputar kesuburan tanah, di bagian selatan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Kecamatan Paranggupito, sederet lahan bekas laut tampak begitu menghijau. Sepanjang jalan arah ke Pantai Sembukan yang dikenal dengan pecahan ombaknya, lahan-lahan bekas laut itu kini ditanami padi, jagung, kacang, singkong, dan sebagainya oleh masyarakat setempat. Sejauh mata memandang semua lahan bekas laut itu tampak menghijau dengan aneka ragam tanaman. Tahun ini hasil panen mereka berlimpah karena curah hujan yang memadai.

Karena curah hujan yang masih cukup, hingga akhir Maret 2020 yang lalu, ketika Padasuka.id berkunjung ke daerah ini, tampak para petani yang baru saja panen, lahannya sudah ditanami lagi. Malahan ada yang dengan pola tanam tumpang. Yakni, di satu sisi pohon jagung yang mulai menguning, daunnya diarit tapi buahnya belum dipetik, lalu di lahan bagian bawahnya (di sela-sela pohon jagung) mulai ditanami kacang tanah.

Jagung yang tampak besar-besar di lahan-lahan pertanian di Parangupito (27/3/2020)

Sedangkan di beberapa lahan yang lainnya lagi, pola tanam tumpang sari menjadi ciri khas yang tidak terpisahkan. Di satu sisi lahannya ditanami padi, pada bigian tengah dengan pola memanjang ditanami jagung. Sedangkan di sisi pinggir lahan, ditanami singkong dan palawija. Sungguh luar biasa suburnya. Padahal, sebagai lahan bekas laut, wilayah ini tidak memiliki kandungan air dangkal di permukaan tanah. Kalaupun ada, adalah aliran air sungai bawah tanah dengan kedalaman puluhan hingga ratusan meter. Di wilayah ini masyarakat mengandalkan air hujan untuk keperluan mereka sehari-hari.

Ya, wilayah itu merupakan bentang alam yang terbentuk oleh pelarutan batuan gamping (kapur) yang dalam istilah geologi disebut ‘karst.’ Hingga saat ini, di wilayah tersebut berdiri bukit-bukit kapur yang berderet bak tumpeng raksasa sepanjang mata memandang menambah indah dan uniknya panorama.

Secara teori geologi disebutkan proses terbentuknya karst (karstifikasi) berlangsung selama ratusan ribu bahkan jutaan tahun melalui peristiwa yang melibatkan faktor-faktor geologi, fisika, kimia, dan biologi. Pada umumnya karstifikasi diawali dengan pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Pergerakan lempeng bumi tersebut menyebabkan lempeng saling bertabrakan dan menghasilkan gaya tektonik yang mendorong sebagian lempeng ke atas. Peristiwa ini menyebabkan sedimentasi sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengandung kapur (kalsium karbonat) terangkat dari dasar laut ke permukaan, demikian seperti diugkap Gimes (2001).

Areal persawahan yang menghijau arah Pantai Sembukan Paranggupito (April 2020)

Karena lahan tersebut kini menjadi daratan yang ditumbuhi beraneka tanaman, mungkin sebagian orang tidak tahu bahwa di masa lampau wilayah itu merupakan dasar lautan.

Sebagai wilayah bekas laut, di wilayah Kecamatan Paranggupito banyak ditemukan fosil-fosil biota laut yang berada di dalam rongga-rongga gua, dalam larutan bebatuan, dan lain sebagainya.

Jadi, di negeri ini, pada lahan yang di masa lampau merupakan lautan sekalipun, hari ini menjadi lahan subur yang produktif untuk kelangsungan hidup penduduknya.

Nah, bagi para pembaca yang ingin melihat masyarakat bercocok tanam hingga panen di lahan bekas laut, datanglah ke sana. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    19 Mei 2020 at 10:45 pm

    Subhanallah…kekayaan alam Indonesia yg tersembunyi di kabupaten wonogiri yg jarang org ketahui…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top