Kabar

Mengintip Idul Fitri di Belgia; Tahun Ini 1 Hari Puasa = 18.5 Jam

Ilustrasi/Ist.

Padasuka.id – Brussel. Kondisi Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dirasakan berbeda oleh hampir semua ummat Islam di seluruh dunia. Mendunianya penyakit akibat virus Corona yang oleh WHO dinamai Covid-19 antara lain telah menyebabkan ritual ibadah ummat Islam tidak bisa dijalankan seperti biasanya. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan bernilai keindahan agar kita tetap bersama Tuhan dalam segala keadaan yang tak terbatas pada sesuatu yang bersifat ritual.

Berbedanya suasana Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini juga dirasakan oleh ummat Islam Indonesia yang tinggal Belgia. Yang mana, tahun ini ritual ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri harus mereka lakukan dengan memperhatikan peraturan dan norma-norma lockdown yang diterapkan pemerintah setempat. Termasuk tidak boleh berkumpul dan harus menjaga jarak fisik dan sosial. Demikian seperti dirilis oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Belgia di Brussel yang diunggah di situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kemlu.go.id (29/5/2020).

Suasana shalat Idul Futri di KBRI Brussel, Belgia (Foto: Kemlu.go.id)

Diungkapkan pula, jika pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada pelaksanaan Shalat Idil Fitru berjamaah di Komplek KBRI Belgia di Brussel, dilanjutkan dengan ‘open house’ di kediaman Duta Besar RI, tahun ini semua itu harus dilakukan secara online. Takbiran online, khutbah Idul Fitri online, silaturahmi pun juga online.

Tidak ada penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di masjid-masjid. Semua dilakukan di kediaman masing-masing.

Selama Ramadhan juga tidak ada Shalat Tarawih berjamaah, buka bersama, dan tadarusan bersama.

Di Belgia, lockdown total sudah dimulai pada 18 Maret 2020 yang lalu. Namun Pemerintah Belgia kemudiaan memulai rileksasi lockdown secara bertahap dan dipantau secara berkala. Pelonggaran tahap 1 telah dimulai pada tanggal 4 Mei 2020 dengan pembukaan beberapa industri, tempat kerja, dan sebagian toko-toko, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sumber foto: Kemlu.go.id

Pelonggaran tahap 2 telah dilakukan pada tanggal 18 Mei 2020 dengan pembukaan sekolah-sekolah secara bergantian. Pada tahap ini, salon dan tempat cukur rambut juga sudah diizinkan untuk buka. Warga Belgia sudah diperbolehkan mengundang keluarga atau teman untuk bertamu ke rumah, namun dengan batasan maksimal 4 orang saja. Acara pernikahan dan pemakaman dapat dilakukan kembali dengan jumlah orang terbatas. Hingga saat ini, kafe dan restoran masih tutup.

Terkait dengan ibadah puasa, meskipun berat karena Ramadhan di Belgia tahun ini jatuh pada musim semi dengan waktu puasa yang cukup panjang (18 hingga 18.5 jam), ummat Islam di Belgia dapat menjalakan ibadah dengan khusyu’ tanpa hambatan.

Kemudian juga, meskipun Idul Fitri tahun ini tidak dapat dirayakan seperti biasanya, namun kegiatan-kegiatan KBRI di Brussel yang diselenggarakan secara daring tetap menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi warga negara Indonesia di Belgia.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    31 Mei 2020 at 8:36 am

    Secara kedamaian jiwa dalam ibadah mungkin di belgia lebih tenang dan khusyu,tetapi mungkin secara fisik lebih lelah karena waktunya yg luar biasa panjang dari negara kita…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top