Kabar

Pertanda Apa? Fenomena Unik Hiasi Langit Sumenep

Padasuka.id – Madura. Setelah pada 15 Ramadhan 1441 H atau Kamis malam (7/5/2020) yang lalu sempat heboh awan membentuk lafal Allah dalam aksara Arab menghiasi langit Sumedang, Jawa Barat, belum lama ini fenomena unik itu kembali muncul di bagian timur Pulau Madura.

Diberitakan oleh situs media Madurapost.id, Selasa (02/06/2020) fenomena alam unik kembali terjadi di langit Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kali ini, fenomena alam yang dimaksud adalah segumpal awan yang menyerupai lafal Allah dalam aksara Arab.

Penampakan awan menyerupai lafal Allah di Sumenep (Sumber: Madurapost.id)

Diungkapkan, fenomena unik tersebut terlihat dari Jalan KH Agus Salim, Nomor 4, Pangarangan, Sumenep, Madura. Hanya saja, peristiwa itu berlangsung tidak terlalu lama. Karena, setengah dari awan berbentuk lafal Allah itu perlahan-lahan memudar seiring terpaan angin. Namun begitu, peristiwa langka itu sempat meramaikan warga sekitar. Dan, salah satu warga setempat masih berhasil merekam penampakannya melalui kamera phone cell.

Itu kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB sore, pas di atas rumah salah satu penjual bakso,” tutur Andika Purnomo, Selasa (02/06/2020).

Terkait dengan bentuk-bentuk awan serupa lafal Allah dan yang lainnya, seorang peneliti di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, mengatakan fenomena itu terjadi karena gabungan berbagai jenis awan yang ada di lapisan atmosfer bumi. Erma tidak menampik, terkadang bentuk awan bisa menyerupai suatu hal yang umum dikenal oleh manusia.

Ya memang benar sih bentuk-bentuk itu kenapa bisa direpresentasikan macam-macam, karena memang awan itu sendiri merupakan gabungan dari berbagai tipe, sehingga dia bisa menciptakan kombinasi-kombinasi secara visual yang mirip dengan es krim, unicorn dan sebagainya,” jelas Erma seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/5).

Erma pun mengakui hal yang sama, mengasosiasikan bentuk awan juga digunakan oleh para ilmuwan untuk mengidentifikasi jenis dari awan itu sendiri. Misalnya, ada awan yang disebut memiliki bentuk seperti kapas, bunga kol, biri-biri, topi, dan lain sebagainya.

Memang dia berubah-ubah bentuk di atmosfer, karena atmosfer perubahannya cepat. Ya bisa saja bentuknya seperti yang dipersepsi banyak orang. Walaupun itu subyektif,” kata Erma.

Penampakan awan lafal Allah di Sumedang, Jawa Barat pada malam 15 Ramadhan 1441 H (Sumber: FB Jiang Mara)

Erma juga mengatakan, melihat makna atau arti di balik keberadaan awan itu tidak didasarkan pada bentuk yang diwujudkan. Namun, lebih kepada mengetahui jenis dari awan tersebut. Karena, berbeda jenis awan memiliki arti yang berbeda pula berdasarkan ilmu pengetahuan.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    5 Juni 2020 at 9:52 am

    Subhanallah,,,,semoga pertanda baik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top