Kabar

Mio Kopi Diklaim Tokcer Sembuhkan Covid-19, Inilah Komposisinya

Padasuka.id – Lampung. Beberapa hari terakhir ini beredar video penemuan obat herbal racikan warga Lampung Selatan bernama Nyoman Subamio yang diklaim tokcer sembuhkan penyakit akibat virus Corona baru, SARS-CoV-2 (Covid-19). Oleh Nyoman obat herbal temuannya itu dinamai Mio Kopi.

Video yang ramai beredar di beberapa grup WhatsApp tersebut berasal dari materi berita Radar TV Lampung. Berbagai tanggapan pun turut menyertai peredarannya.

Tangkapan layar dari video Radar TV Lampung

Setelah pembaca berita Radar TV Lampung memberikan pengantar, lalu ditayangkan pernyataan Nyoman dengan narasi sebagai berikut:

Pak Presiden yang sangat saya hormati, saya yakin Pak Presiden mukjizat Mio Kopi bisa mengatasi Corona. Pak Presiden yang sangat saya hormati, nama saya Nyoman Subamio, viral di Lampung TV, 220 ribu lebih yang sudah menonton. Cuma, tidak ada respon sama sekali dari pejabat-pejabat yang ada di Lampung. Pak Presiden, mungkin saya orang pertama di dunia yang siap dan berani makan ludah orang yang kena infeksi Corona hanya untuk membuktikan kedahsyatan mukjizat Mio Kopi. Jika Bapak Presiden bersedia memberikan saya fasilitasi untuk dapat mengobati orang yang kena infeksi Corona, saya hanya butuh waktu tujuh hari saja Pak Presiden untuk membuktikan kedahsyatan mukjizat Mio Kopi ini. Dan Pak Presiden, saya jamin mukjizat Mio Kopi tanpa efek samping, 100 persen tanpa efek samping. Dan saya siap dipenjara jika ini tidak terbukti Pak Presiden.

Pengakuan bombastis Nyoman seperti tertera di atas, telah menarik perhatian sejumlah pengguna WhatsApp. Terutama keberaniannya mengklaim hanya butuh waktu 7 hari untuk membuktikan keampuhan herbal racikannya dalam mengatasi penderita Covid-19. Bahkan, tak segan-segan ia siap dipenjara jika tidak terbukti.

Menilik dari klaim yang sedemikian rupa lantas apa saja bahan-bahan yang digunakan oleh Nyoman untuk meracik ramuannya itu? Melansir dari Cek Fakta Tempo.co, Jumat (5/6/2020) yang dikutip dari video di kanal YouTube Lampung TV yang dipublikasikan pada 25 April 2020, ternyata bahan baku ramuan herbal Mio Kopi terdiri dari: Daun Kelor, Bawang Merah, dan Tolak Angin Sido Muncul.

Lantas, benarkah tiga bahan baku Mio Kopi made in Nyoman Subamio itu bermanfaat sebagai obat Covid-19, paparan berikut ini setidaknya dapat dijadikan pertimbangan.

1-Daun Kelor
Mengenai manfaat daun kelor, seperti dilansir dari Kompas.com, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) belum lama ini memang telah melakukan penelitian gabungan untuk mengetahui komponen dari bahan herbal yang bisa melawan infeksi virus Corona. Salah satu bahan alami yang diteliti adalah daun kelor.

Dari hasil penelitian gabungan itu dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang dinilai bermanfaat untuk menangkal virus Corona memang terkandung dalam daun kelor. Namun demikian, penelitian tersebut masih dalam tahap awal sehingga diperlukan lebih banyak lagi riset untuk memastikan khasiat daun kelor terhadap penderita Covid-19. Artinya, belum final.

2-Bawang Merah
Melansir dari kantor berita Antara, peneliti dari Padang, Sumatera Barat, Rasmi R, mengatakan bahwa bawang merah memiliki kandungan antioksidan sehingga dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Namun begitu, menurut dia, sejauh ini belum ada penelitian bahwa bawang merah bisa mengobati Covid-19.

Nyoman Subamio (Foto: Tangkapan layar dari video Radar TV Lampung yang beredar)

Memang, pada Maret 2020 lalu, beredar informasi di media sosial bahwa bawang merah yang telah dikupas bisa menyedot bakteri dan virus, termasuk virus Corona. Terkait informasi ini ahli biologi yang dikutip organisasi cek fakta Snopes, menyatakan sangat tidak masuk akal bawang dapat menyedot virus flu. Sebab menurut mereka virus membutuhkan inang yang hidup untuk bertahan hidup. Virus pun tidak dapat mendorong dirinya keluar dari tubuh inangnya dan melintasi sebuah ruangan.

Diungkapkan pula, sejauh ini penggunaan bawang merah yang telah dikupas pun tidak tercantum dalam rekomendasi pencegahan untuk virus Corona Covid-19. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pencegahan terbaik Covid-19 adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menjaga jarak.

3-Tolak Angin
Melansir dari Detik.com, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa khasiat Tolak Angin produksinya lebih kepada meningkatkan daya tahan tubuh.

Karena Tolak Angin ini sebenarnya secara resmi telah lolos uji klinis fase pertama dan terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau Covid-19 ini kan obatnya belum ada. Jadi, masalahnya, kalau daya tahannya membaik, dia bisa memperbaiki dirinya sendiri,” ungkap Irwan.

———

Berdasarkan beberapa fakta seperti diurai di atas, kembali pada ramuan herbal Mio Kopi buatan Nyoman Subamio yang diklaim bisa mengobati Covid-19, terserah kepada para pembaca dalam menilainya.

Mengutip pendapat Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati (Tempo, 30/4/2020) mengatakan, kemunculan sejumlah produk alternatif itu berawal dari keprihatinan karena belum adanya obat untuk Covid-19 yang benar-benar direkomendasikan. Kendati demikian, Zullies menyebut sebagian besar produk alternatif yang ada belum memiliki bukti ilmiah mampu mengatasi Covid-19. Untuk itu ia meminta masyarakat lebih cermat dan bijaksana dalam memilih obat alternatif atau herbal untuk mencegah Covid-19.

Zullies menambahkan, meski ada bukti kesembuhan dari obat alternatif tersebut, menurutnya, hal itu berasal dari testimoni segelintir orang. Dengan demikian, masih sangat kurang untuk mendukung kemanjuran obat-obat tersebut. Apalagi, Covid-19 pada sebagian orang dengan kekebalan tubuh kuat tidak memberikan gejala dan bisa sembuh sendiri.

Zullies mengaku dirinya mengapresiasi inovasi-inovasi obat baru untuk Covid-19 tersebut. Namun, inovasi itu harus tetap berada pada koridor ilmiah yang dapat ditelusuri dan dibuktikan.

Kendati Indonesia kaya akan tanaman obat yang berpotensi dapat mengatasi Covid-19, menurut dia, pengembangan obat baru dari herbal tetap harus mengikuti kaidah ilmiah yang berlaku. Ia juga menganjurkan, ketika memilih obat-obatan untuk mencegah atau mengatasi Covid-19, masyarakat bisa menggunakan obat-obat herbal yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top