Kabar

Dikira Video Ultah PKI, Ternyata Acara Partai Komunis Palestina

Padasuka.id – Jakarta. Isu tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) selalu saja muncul dari tahun ke tahun, walaupun partai berlogo palu arit tersebut sudah lama dibubarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Bahkan, jelang malam lebaran Idul Fitri tahun ini, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ust. Tengku Zurkarnain, mengunggah tulisan di akun pribadinya tentang hari ulang tahun PK yang ke-100.

23 Mei 2020 Hari Ulang Tahun PKI ke-100… Tahun ini tepat malam takbiran… Kebiasaan PKI dulu itu jika HUT mereka ya KLEDE-AN, NYANYI NYANYI dan JOGET JOGET, riang gembira…
Umat Islam malam Lebaran TAKBIR, TAHMID, dan TAHLIL… Siap…?” Tulis Tengku Zul di akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Jumat (22/5/2020) : 03.51 PM.

Tidak lama setelah itu pemilik akun Facebook Biglelo mengunggah video ke grup POliticalSOciety WATCH NEWS yang berisi rekaman sejumlah penari berpenampilan Timur Tengah sedang beraksi di panggung acara berlogo palu arit. Dalam unggahannya ia menyertakan narasi:

Apakah perayaan ulang tahun PKI ke 100 ??
Diiringi dentuman music HipHop Rock & Heavy Metal mereka menari salsa, samba, cacha dan sedikit breakdance…….

Tangkapan layar dari video PCP

Dari akun Facebook, video tarian yang diiringi musik ‘kasidahan’ dan lagu berbahasa berbahasa Arab dengan sett panggung berlogo palu arit itu kemudian beredar di beberapa grup WhatsApp sampai hari ini.

Setelah melakukan penelusuran, sesuai tulisan yang tertera di spanduk acara, yakni:

الحزب الشيوعي الفلسطيني

Palestinain Communist Party

video tarian tersebut adalah salah satu rekaman kegiatan yang digelar oleh Palestinain Communist Party (PCP) atau Partai Komunis Palestina.

Video itu berasal dari kanal Youtube bernama

الحزب الشيوعي الفلسطيني فلسطين

Sebuah kanal milik Partai Komunis Palestina. Video tersebut diunggah pada 28 Desember 2016 dengan judul:

“دبكة فلسطينية (فرقة سفراء فلسطين) الحزب الشيوعي الفلسطيني”

Dabke Palestina (Divisi Duta Besar Palestina) Partai Komunis Palestina.

Dalam keterangannya, ditulis:

 “من فعاليات ذكرى اعادة التأسيس الخامسة والعشرين للحزب الشيوعي الفلسطيني”

Di antara kegiatan peringatan 25 tahun berdirinya Partai Komunis Palestina.

Menurut situs berita Kebudayaan Palestina salam.ui.ac.id, دبكة (Dabke) adalah tarian tradisonal Palestina.

Selain pertunjukan Dabke, kanal milik Partai Komunis Palestina itu juga mengunggah sejumlah video kegiatan ulang tahunnya yang ke-25 tersebut. Di antaranya video berjudul “فلسطيني” atau “Palestina”. Yaitu, satu pertunjukan tari diiringi musik ala Timur Tengah dengan lagu berjudul Palestina yang diunggah pada 30 Desember 2016.

Kecuali itu, situs PCP juga merilis sejumlah artikel dan foto terkait perayaan ulang tahunnya yang ke-25, pada 15 Desember 2016 yang lalu. Salah satu artikelnya berjudul:

الحزب الشيوعي الفلسطيني يحي الذكرى الخامسة والعشرين لأعادة التأسيس”

“Partai Komunis Palestina Menandai Peringatan 25 Tahun Pendiriannya.”

Dari uraian di atas, selain memperjelas mengenai video tarian yang beredar tersebut adalah salah satu pagelaran dalam perayaan ulang tahun PCP yang ke-25, juga menyimpan informasi lain yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, termasuk sebagian warga Indonesia. Bahwa ternyata negara yang selalu dirundung konflik bersenjata itu tidak melarang keberadaan partai komunis.

Selama ini, sebagian orang mempersepsikan Palestina sebagai negara Islam. Padahal, selain beragama Islam di sana juga terdapat warga yang beragama Yahudi, Kristen, dan di antaranya ada yang berfaham sebagaimana partai tersebut di atas.

Peserta aksi Bela Islam III membawa bendera Palestina. Bendera itu dibentangkan peserta aksi sambil berjalan. Foto: Detikcom, Jumat (2/12/2016)

Anggapan Palestina sebagai negara Islam antara lain dapat dilihat dalam aksi-aksi massa yang mengatasnamakan Islam dengan membawa aturibut berupa bendera Palestina. Salah satu contoh, dalam aksi berlabel ‘Bela Islam III’ yang digelar pada Jumat, 2 Desember 2016 lalu, terdapat peserta aksi membawa bendera Palestina.

Melansir dari detikcom, Jumat (2/12/2016), ada delapan orang yang membentangkan bendera Palestina berukuran jumbo itu dari Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka berjalan hingga melintas di depan Hotel Grand Hyatt. Tidak hanya di hari itu, dalam rangkaian aksi berlabel sama pada jilid berikutnya, beberapa orang peserta aksi kedapatan membawa bendera Palestina.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    12 Juni 2020 at 8:19 am

    Saya kira di setiap negara pasti ada kelompok komunisnya..tidak tertutup jg negeri2 di timur tengah..dan terbukti di negara yg sering kita bela atas nama agama,,ternyata disana jg ada pesta komunisnya…hadeeeuhhhhh😞😞

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top