Kabar

Tetap Patuhi Aturan Prokes, Latihan Silat Digelar di Zona Hijau

Padasuka.id – Sumsel. Setelah sekian lama tidak ada aktivitas latihan silat akibat mewabahnya virus Corona (Covid-19), perguruan silat yang bernaung di bawah Pencak Silat Nadlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Sumatera Selatan (Sumsel) ini kini kembali memulai kegiatannya. Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya wilayah mereka kini sudah memasuki zona hijau.

Mulai hari ini, Rabu, 10 Juni 2020 kegitan latihan Pecak Silat NU Pagar Nusa Peguron Sapujagad se-Sumatera Selatan, mulai diaktifkan kembali,” ujar Ketua Wilayah Peguron Sapujagad Sumatera Selatan, Ustadz Ali Mansyur UG, Rabu malam (11/6).

Pembukaan aktifnya kembali latihan tersebut diresmikan oleh Ustadz Ali Mansyur sendiri di halaman Pondok Pesantren YASINDA, Tugu Jaya, Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Ustadz Ali Mansyur menjelaskan, latihan kembali diaktifkan khususnya di wilayah Ogan Konering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Menurut Bupati OKI Iskandar, SE wilayahnya kini sudah memasuki zona hijau. Saat ini di OKI sendiri tidak ada satupun warga yang terjangkit Covid-19.

Namun demikian, walaupun berada di wilayah zona hijau, latihan silat yang mereka lakukan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) sesuai anjuran Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pemerintah setempat. Maka itu, setiap santri yang terlibat dalam latihan diwajibkan membawa hand santizer dan masker sendiri-sendiri. Kemudian, di setiap tempat latihan juga sudah disediakan pencuci tangan.

Saya kasihan kalau terlalu lama liibur malah akan mengganggu fisik dan kesehatan anak-anak. Karena hampir 3 bulan mereka tidak gerak sama sekali. Paling mereka hanya melakukan olah raga di rumahnya masing-masing. Tapi, olah raga atau latihan silat itu kan beda antara dilakukan sendiri dengan dilakukaan secara bersama-sama. Karena, namanya juga latihan, gerakannya harus ada yang ngontrol benar tidaknya, atmosfirnya juga beda; semangatnya beda. Maka, ini kami mulai kembali latihan karena daerah kami sudah masuk zona hijau. Mereka pun latihan retap mengikuti petunjuk sesuai protokoler kesehatan,” terang Ustadz Ali Mansyur seusai membuka latihan tersebut.

Kami juga berdoa semoga wabah virus ini cepat berakhir sehingga kehidupan kembali normal, perekonomian kembali membaik, pendidikan berjalan sebagaimana mestinya, termasuk pula seluruh kegiatan pencak silat di wilayah mana saja dapat kembali beraktivitas dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Guru Besar Peguron Sapujagad Gus Yusuf Cokro menyambut baik dari apa yang dilakukan oleh cabang perguruannya di wilayah Sumsel tersebut. Menurutnya, selama itu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, maka baik dijalankan dan ia mendukungnya.

Gus Yusuf juga berpesan, agar sebelum atau setelah latihan silat diusahakan untuk bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW, masyayikh NU, serta kepada para pendiri Pagar Nusa lalu doa bersama. Dengan tujuan, hususnya, agar musibah penyakit yang mendunia itu segera diangkat oleh Allah SWT; umumnya, agar semua dilindungi oleh-Nya termasuk bangsa dan negara.

Adalah menarik dari apa yang dilakukan oleh perguruan silat yang digawangi oleh kader-kader muda NU ini, selain aktivitas latihannya diaktifkan kemabli mereka pun tetap mengindahkan protap yang telah ditentukan. Tabik! (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    Amir maulana

    12 Juni 2020 at 8:16 am

    Saya rasa sih harusnya aktifitas perkumpulan olahraga/club olahraga harus sdh dimulai dgn memperhatikan protokoler kesehatan seperti Pagarnusa peguron sapujagad sumsel.

  2. Avatar

    budisus

    21 Juni 2020 at 9:57 pm

    Mnchaap PagarNUsa…pelindung poro Kyai dan Ulama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top