Kabar

Tidak Banyak yang Tahu Inilah Sosok PNS Pertama di Indonesia

Padasuka.id – Yogyakarta. Hingga hari ini tidak sedikit warga negara Republik Indonesia yang berharap bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Walau seleksinya sangat ketat, dari tahun ke tahun selalu saja membludak para pendaftar pegawai di bawah naungan pemerintah tersebut.

Lantas, siapakah warga negeri ini yang pertama sekali tercatat secara resmi menjadi PNS serta pada tahun berapa? Tentang hal ini agaknya tidak banyak yang tahu. Ternyata, sosok PNS pertama Indonesia bukan warga dari kalangan bawah. Selain berpendidikan luar negeri ia juga seorang tokoh berdarah biru.

Dari hasil penelusurannya, Kompas.com edisi Senin (16/12/2019) merilis bahwa sosok PNS pertama adalah Gusti Raden Mas Daradjatun atau yang lebih dikenal dengan nama Sri Sultan Hamengku Buwana IX (HB IX), Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Fakta ini diperoleh dari penjelasan Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Ngayogyakarta, KRT Jatiningrat.

Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat saat menunjukkan salinan kartu kepegawaian Sri Sultan HB IX (Foto: Kompas.com/Yustinus Wijaya Kusuma)

Diungkapkan Jatiningrat, awalnya ia pun tidak mengetahui bahwa Sultan HB IX adalah PNS pertama Indonesia. Ia baru mengetahui hal itu setelah melihat salinan kartu PNS Sultan HB IX, tepatnya setelah sang sultan wafat. Saat itu, dirinya mengurusi data-data dana tunjangan pensiunan janda.

Waktu itu beliau wafat, saya masih menjadi Kepala Biro Umum. Sehingga, masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun janda itu kan mengumpulkan data-data, masuklah NIP (salinan kartu pegawai) ini (milik Sri Sultan HB IX),” ungkap Jatiningrat kepada Kompas.com, Senin (16/12/2019).

Kartu PNS Sultan HB IX diterbitkan oleh Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN), dan ditandatangani oleh Kepala BAKN saat itu, AE Manihuruk, di Jakarta pada 1 November 1974.

Di dalam kartu PNS tersebut tertulis Sri Sultan HB IX menjadi pegawai pada tahun 1940. Sultan HB IX mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP) : 010000001.

Waktu itu kita juga kaget, ternyata Ngarso Dalem itu NIP-nya 010000001. Berarti ini kan yang pertama,” ujar dia.

Hal yang luar biasa, lanjutnya, pengabdian Sultan HB IX dihitung sejak tahun 1940.

Ini seperti yang tertera dalam kartu PNS Sultan HB IX yang tertulis menjadi pegawai sejak 1940. Padahal, waktu itu Indonesia belum merdeka.

Diungkapkan pula, pada tahun 1940, tepatnya tanggal 18 Maret, merupakan jumenengan (bertakhtanya) Sultan HB IX.

Sri Sultan Hamengku Buwana IX (Istimewa)

Saat jumenengan itu, Sri Sultan HB IX berpidato dan berjanji akan mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa.

Sejak semula beliau itu memang pengabdiannya, bekerjanya, untuk memenuhi kebutuhan nusa dan bangsa,” ujar Jatiningrat lalu membacakan pidato Sultan HB IX saat jumenengan, sebagai berikut:

Sepenuhnya saya menyadari bahwa tugas yang ada di pundak saya adalah sulit dan berat.

Terlebih-lebih karena ini menyangkut mempertemukan jiwa barat dan timur agar dapat bekerja sama dalam suasana harmonis, tanpa yang timur harus kehilangan kepribadiannya.

Walaupun saya telah mengenyam pendidikan barat yang sebenarnya, tetapi pertama-tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa.

Maka selama tidak menghambat kemajuan adat akan tetap menduduki tempat yang utama dalam keraton yang kaya akan tradisi ini.

Izinkanlah saya mengakhiri pidato saya ini dengan berjanji. Semoga saya dapat bekerja untuk mememuhi kepentingan nusa dan bangsa, sebatas pengetahuan dan kemampuan kepada saya.

Jatiningrat mengulas isi pidato Sultan HB IX yang menyebut nusa dan bangsa dan tidak menyebut negara.

Bukan negara, tetapi untuk kepentingan nusa dan bangsa. Sebab negara waktu itu Hindia Belanda, karena saat itu (Indonesia) belum merdeka,” tegas Jatiningrat.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa Sultan HB IX adalah orang Indonesia yang pertama kali tercatat secara resmi sebagai PNS dengan Nomor Induk Pegawai: 010000001.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top