Kabar

Alhamdulillah. Akhirnya Saudi Resmi Tetap Adakan Haji Tahun Ini

Padasuka.id – Jakarta. Setelah sekian lama menunggu kepastian pelaksanaan ibadah haji di tahun ini, tetap diadakan atau tidak, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Sebagaimana diketahui akibat mewabahnya penyakit yang disebut akibat virus Corona jenis baru (Covid-19) sejak beberapa bulan lalu aktivitas ibadah berjamaah di seluruh wilayah Arab Saudi termasuk di Mekkah dan Madinah ditiadakan. Termasuk pula kegiatan ibadah umrah. Praktis selama masa-masa gawatnya Covid-19 seluruh ummat Islam di dunia tidak bisa melaksanakan ibadah umrah dan ibadah lainnya di dua kota suci itu. Hal ini tentu berimbas pada pelaksanaan ibadah haji di bulan Dzul Hijjah 1441 H (Juli 2020) mendatang.

Terkait dengan ibadah haji, sejak 2 Juni 2020 yang lalu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah memutuskan untuk meniadakan pemberangkatan jamaah haji di tahun ini. Hal itu ditempuh karena pertimbangan keselamatan bagi para jamaah mengingat Covid-19 masih mewabah. Hanya saja keputusan itu ditetapkan sebelum Pemerintah Arab Saudi memberikan pernyataan resmi. Oleh karena itu tidak sedikit warga, terutama jamaah calon haji, dan sejumlah tokoh yang mempersoalkannya. Di balik itu semua, baru-baru ini Pemerintah Arab Saudi menyampaikan pernyataan resmi bahwa di tahun ini pelaksanaan ibadah haji tetap diadakan.

Menag Fachrul Razi

Senin, 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, Pemerintah Arab Saudi secara resmi memutuskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini (1441 H / 2020 M) tetap diadakan. Namun, dengan mepertimbangkan keselamatan jamaah mengingat masih di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah haji tahun ini digelar secara terbatas. Yakni, hanya untuk warga negara Arab Saudi dan warga negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi. Dalam kata lain, di luar kategori dua warga tersebut tetap belum diperbolehkan melaksanakan ibadah haji di tahun ini.

Atas keputusan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diapresiasi oleh Pemerintah Indonesia.

Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441 H / 2020 M,” terang Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di Jakarta, Selasa (23 Juni 2020) seperti dirilis di laman resmi kemenag.go.id.

Menurut Menag, di tengah pandemi, keselamatan jamaah patut dikedepankan. Apalagi, agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan. Karenanya, saat ini, berikhtiar menjaga keselamatan jamaah adalah hal utama.

Keputusan Saudi sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia yang  diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jamaah haji,” tutur Menag.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, keputusan terkait haji 1441 H telah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020. Keputusan yang ditunggu oleh ummat Islam di berbagai negara itu didasarkan pada alasan keselamatan seiring masih terjadinya pandemi Covid-19.

Saya sudah menerima rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Karena alasan menjaga keselamatan jamaah dari bahaya pandemi Covid-19, Saudi memutuskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H digelar dengan jumlah yang sangat terbatas,” terang Endang.

Dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara mana saja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun dalam jumlah terbatas,” sambungnya.

Menurut Endang, Saudi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan pelaksanaan ritual manasik secara aman dan sehat. Pembatasan diberlakukan juga agar manasik dapat dilakukan dengan cara yang memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan manusia dari ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam dalam melestarikan dan menjaga jiwa manusia.

Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci,” pungkas Endang.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top