Kabar

Beredar Foto Ayah Rizieq Shihab di Samping Bung Karno. Benarkah?

Padasuka.id – Jakarta. Sejak sekitar tahun 2019 lalu di media sosial dan di jejaring WhatsApp beredar foto lelaki berpeci hitam di samping kanan Presiden Soekarno (Bung Karno) bersama sejumlah orang lainnya yang diklaim sebagai Habib Hussein bin Muhammad Shihab, yakni ayah dari Habib Muhammad Riziek Shihab. Bersamaan dengan sebaran foto tersebut ditampilkan narasi bahwa ia adalah seorang pejuang di era kemerdekaan Republik Indonesia. Kecuali itu ada pula narasi yang memuat sentimen kelompok dengan membawa-bawa etnis tertentu serta dikaitkan dengan keberadaan Habib Rizieq di Arab Saudi yang sampai saat ini tidak kunjung kembali ke Indonesia.

Belakangan foto tersebut kembali beredar di media sosial, antara lain diunggah pemilik akun Facebook Pedongkelan Bangkit, pada 22 Juni 2020 lalu. Dalam foto hitam putih itu seorang pria yang berdiri di sebelah kanan Bung Karno dilingkari garis berwarna biru dan diklaim sebagai Habib Hussein bin Muhammad Shihab.

Tangkapan layar dari FB Pedongkelan Bangkit

Ingat sejarah biar tidak di tipu mereka. Yg dilingkaran Warna biru adalah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Riziq Syihab yg membantu memproklamatorkan kemerdekaan NKRI untuk memperoleh pengakuan Kedaulatan dari Negara-negara Arab (Timur Tengah),” tulis pemilik akun tersebut menyertai unggahannya yang ditegaskan pula dengan narasi, “Ingatlah sejarah wahai saudaraku.”

Lantas, benarkah lelaki di samping Bung Karno yang dilingkari biru dalam foto itu adalah ayah Habib Rizieq? Melansir dari situs berita Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kominfo.go.id (21 Juli 2019), disebutkan bahwa kabar itu adalah disinfomasi alias hoax.

Berdasarkan penelusuran, pria yang diberi lingkaran biru ini bukanlah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Rizieq Syihab. Sosok pria yang dilingkari warna biru tersebut merupakan Muhammad Asad Shahab, salah satu pendiri Arabian Press Board (APB). Pria kelahiran Jakarta, 23 September 1910 ini turut berperan dalam mengabarkan proklamasi dan perjuangan kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah dalam bahasa Arab. Foto yang digunakan pada narasi yang salah tersebut berasal dari koleksi A. Mutalib Shahab, putra kedua Asad Shahab sekaligus penulis buku Sang Penyebar Berita Proklamasi RI: Perjuangan M. Asad Shahab & Arabian Press Board,” demikian tulis kominfo.go.id satu tahun lalu.

Sementara itu, cekfakta.tempo.co, Jumat, 26 Juni 2020 menyebutkan bahwa foto yang sama pernah dimuat di situs resmi Majelis Hikmah Alawiyah pada 14 Agustus 2019 dalam artikel yang berjudul, “APB Mercusuar Kabar Proklamasi RI ke Dunia Internasional”. Namun dalam artikel tersebut sama sekali tidak menyinggung soal Hussein bin Muhammad Shihab. Artikel yang dimaksud menjelaskan tentang maklumat dari Presiden Soekarno dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945. Maklumat itu mengisyaratkan agar kabar kemerdekaan Indonesia disebarluaskan ke dunia internasional.

Dalam penelusuran lebih lanjut, foto yang sama ternyata pernah dimuat di situs berita Detik.com, edisi Kamis, 17 Agustus 2017 silam. Sama seperti keterangan dalam kominfo.go.id, pria yang diklaim sebagai ayah Habib Rizieq itu adalah Muhammad Asad Shahab salah satu pendiri APB.

Tangkapan kayar dari kominfo.go.id (2019)

Diberitakan, sehari setelah diangkat sebagai Presiden, Bung Karno membuat maklumat kepada segenap rakyat Indonesia. Intinya, dia sangat berharap kepada orang-orang di sekitarnya untuk bisa menjalin suatu hubungan yang luas dengan dunia internasional.

Di waktu yang lampau kita menyusun Negara Indonesia Merdeka menjalin hubungan dengan Dai Nippon. Pada saat ini, kita menyusun negara kita sendiri, kita perlu berhubungan dengan dunia Internasional,” ucap Bung Karno pada 19 Agustus 1945.

Dalam pembicaraan yang lebih spesifik, Bung Karno menyatakan pentingnya membentuk suatu kantor berita yang dapat menghubungkan Indonesia dengan negara-negara Asia dan Afrika. Hal ini dimaksudkan untuk mempengaruhi opini rakyat dan menentang segala usaha Belanda yang tetap ingin bercokol di Indonesia.

Sebagai salah seorang jurnalis yang hadir dalam pertemuan tersebut, Muhamad Asad Shahab membatin bahwa dirinya bisa berbuat sesuatu seperti yang diharapkan Bung Karno. Aktif di dunia jurnalistik sejak 1936 membuatnya punya banyak jaringan hingga luar negeri, khususnya Timur Tengah. Pada 1938-1942, ia tercatat sebagai kontributor media berbahasa Arab, al-Mughattan, di Mesir.

Bersama saudara dan sahabtanya, Asad lalu berembug tentang perlunya membentuk kantor berita berbahasa Arab. Hal ini ditempuh sebab saat itu sudah ada dua kantor berita, yaitu Antara yang jangkauannnya bersifat lokal dan Domei yang dikontrol oleh Jepang.

Tangkapan layar dari Detik.com (2017)

Kalau kantor berita khusus berbahasa Arab belum ada, padahal ayah (Asad) punya banyak jaringan di negara-negara Timur Tengah,” kata A. Mutalib Shahab, putra kedua almarhum Asad Shahab kepada detikcom di kediamannya, Rabu petang (16/8/2017).

Asad cs sepakat menamai kantor berita dimaksud Arabian Press Board (APB) dan resmi berdiri 19 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan atau 2 September 1945. Yang kemudian berkantor di Gang Tengah, Nomor 19, Jakarta Pusat.

Singkatnya, mengacu pada sumber-sumber berita di atas, klaim bahwa lelaki berpeci di samping Bung Karno yang disebut sebagai ayah Habib Rizieq adalah salah. Sebab, lelaki tersebut adalah seorang jurnalis bernama Muhammad Asad Shahab.

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    29 Juni 2020 at 6:39 am

    Maunya apa sih tuh tim nya riziq sihab….ampuuuuuun daaahhhhh…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top