Kabar

Pintu Digembok! Ada Kabar Kudeta di Keraton Kasepuhan Cirebon

Padasuka.id – Cirebon. Belum lama ini beredar video di media sosial dan jejaring WhatsApp berisi rekaman seorang pria menggembok pintu Keraton Kasepuhan Cirebon. Seperti terekam dalam video yang dimaksud, didampingi sejumlah orang, pria tersebut menggembok pintu Dalem Arum Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, serta menurunkan foto Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, SE.

Saat foto Sultan Arief diturunkan

Hari ini, Sabtu 26 Juni 2020, kami Keturunan Asli Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin dengan ini menyatakan mengambil alih Keraton Kasepuhan dari tangan Saudara Arief (Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Red). Demikian pernyataan kami buat untuk disebarluaskan ke Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat dan Masyarakat Kota Cirebon,” kata pria yang diketahui bernama Raden Rahardjo Djali, dikutip dari video yang beredar sejak Minggu (28/6/2020) lalu.

Mengutip dari Liputan6.com (Senin, 29/6) Rahardjo mengakui telah menyegel keraton penuh sejarah tersebut. Dia mengatakan, rencana penyegelan telah ada sejak 23 Maret 2020 lalu. Namun, karena pandemi Covid-19 dan keputusan pemerintah yang menerapkan PSBB membuat rencana itu ditunda.

Rahardjo dan seorang lainnya tampak meduduki kursi Keraton Kasepuhan Cirebon

Terkait apa penyebabnya hingga keraton itu digembok, Rahardjo yang mengaku sebagai cucu dari istri kedua Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin, yakni Nyi Mas Rukjah, terkejut saat datang ke Keraton Kasepuhan mendapati kondisinya yang dianggap tidak terawat. Mulai dari kotor, puntung rokok berserakan hingga benda yang dipenuhi debu dan kerak serta berkarat.

Ini sebenarnya salah satu pertimbangan saya untuk mengambil tindakan,” kata Rahardjo.

Rahardjo juga mengaku sebelumnya dia sudah melayangkan permintaan untuk berdialog dengan Sultan Arief terkait masa depan keraton. Namun, hingga penyegelan terjadi tidak ada respon baik dari Sultan Arief.

Ini sudah lama sekali, sekitar lima tahun ada, kami pendam terus, kami tahan terus, tapi kan lama-lama memuncak dan kami terpaksa ungkap,” ujar dia.

PRA Sultan Arief Natadiningrat, SE (Foto: Istimewa)

Sementara, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (29/6/2020) Sultan Arief mengaku, saat itu kondisi Keraton Kasepuhan Cirebon sudah kondusif. Gembok yang dipasang Rahardjo sudah dilepas.

Sudah kondusif gembok sudah dilepas,” kata Sultan Arief, Senin (29/6).

Sultan Arief juga mengatakan dirinya sangat menyesalkan atas perbuatan Rahardjo. Menurutnya, perbuatan itu telah mencoreng nama baik Cirebon.

Kemudian, melalui keterangan tertulisnya Sultan Arief memberikan pernyataan sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum wrwb.

Kami Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA. Arief Natadiningrat, SE, hak turun temurun Kesultanan Kasepuhan Cirebon,  sehubungan dengan adanya perisitiwa yang disebarluaskan tentang Keraton Kasepuhan,  dengan ini kami sampaikan hal-hal sbb :

  1. Bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon, alhamdulillah sampai saat ini masih dalam kondisi kondusif, wewenang dan kendali Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA ARIEF NATADININGRAT, SE.
  2. Oknum yang mengaku telah mengambil alih Keraton Kasepuhan Cirebon bukanlah orang yang berhak atas tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, baik secara silsilah, adat istiadat serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kasultanan Kasepuhan Cirebon, sehingga tindakan tersebut merupakan tindakan iseng yang sangat tidak berdasar.
  3. Oknum tidak berhak atas gelar Kerajaan dan BUKAN SULTAN dan bukan merupakan putra Sultan,  hal mana yang berhak atas gelar Sultan harus merupakan putra Sultan, sesuai adat istiadat serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kesultanan di Keraton Kasepuhan Cirebon.
  4. Perbuatan Oknum dkk telah melanggar hukum, mencemarkan nama baik, masuk tanpa ijin, melakukan ancaman pembunuhan dan telah menyiarkan berita kebohongan, oleh karenanya telah melanggar UU ITE dan KUHP yang masuk ranah pidana.
  5. Oleh karena itu kejadian ini layak dilaporkan secara hukum ke Kepolisian atas tindakan oknum dkk, demi tegaknya hukum dan  menjaga marwah Keraton Kasepuhan Cirebon.
  6. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari para wargi Kesultanan, Pemerintah, aparat keamanan agar masalah yang memalukan  ini dapat diselesaikan sebaik-baiknya.

Semoga Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari sejarah dan jatidiri bangsa tetap lestari, aman dan damai. 

Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.

Wassalamu’alaikum wrwb.

Sultan Sepuh XIV

Keraton Kasepuhan Cirebon

PRA ARIEF NATADININGRAT, SE

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top