Kabar

Dari Perut Bumi Wonogiri Sabet Rekor Dunia MURI

Padasuka.id – Jawa Tengah. Suatu kerja kemanusiaan mebembus perut bumi di pedalaman Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2020, mendapat apresiasi dari Museum Rekor Dunia – Indonesia (MURI). Hal tersebut tentunya setelah pihak MURI mengefaluasi sejumlah kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat.

Seperti telah diberitakan, penghargaan MURI berupa anugerah Mahakarya Kebudayaan, tahun ini diberikan kepada Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) dan Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) atas keberhasilannya mengeksplorasi air sungai bawah tanah untuk dimanfaatkan masyarakat yang menjadi langganan musibah kekeringan dari tahun ke tahun.

Goa Jomblang Ngejring, demikian titik lokasi eksplorasi air bawah tanah berkedalaman 180 meter itu dinamai. Goa yang dimaksud berbentuk vertikal yang dalam istilah lokal disebut luweng. Adapun lokasinya terletak di Dusun Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Upaya eksplorasi air bawah tanah tersebut digagas oleh PADASUKA dan dikerjakan oleh tim Gapadri Mapala ITNY serta didukung oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) Suka Tirta. Kerja keras untuk kemanusiaan itu dimulai pada Sabtu, 7 September 2019 –dalam beberapa kali tahapan selama 3 bulan– kemudian diresmikan pada Selasa, 17 Desember 2019.

Terkait penghargaan dari MURI, menurut penanggung jawab eksplorasi yang sekaligus

Ketua PADASUKA Jawa Tengah, Kiai Mohammad Wiyanto, awalnya ia dihubungi pihak MURI melalui sambungan telepon.

Kamis sore, 2 Juli 2020 saya dihubungi by Phone oleh seseorang yang mengenalkan dirinya sebagai Bapak Awan Raharjo, beliau adalah asisten Pak Jaya Suprana yang merupakan Ketua dan Pendiri Museum Rekor Dunia – Indonesia. Di dalam pembicaraannya, beliau menginformasikan bahwa Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga dan Mapala Gapadri ITNY akan menerima penghargaan anugerah Mahakarya Kebudayaan secara virtual, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua sekaligus Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) Bapak Jaya Suprana. Penghargaan akan diserahkan pada Hari Jum’at, 3 Juli 2020 pukul 11.00 WIB. Dan, saya diminta untuk menfasilitasi pertemuan virtual itu melalui aplikasi zoom meeting. Hari itu pun saya berkoordinasi dengan berbagai pihak khususnya: KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA sebagai Ketua Umum PADASUKA, Dr. Ir. H Irham, MT sebagai Rektor ITNY, Ir. Supatno, MT sebagai Ketua Yayasan YPTN, Ketua Mapala Gapadri ITNY, dan Tim Tanggap Darurat Bencana (TTDB) PADASUKA, dengan tujuan tentunya agar berkenan joint di Zoom Meeting ketika penerimaan penghargaan. Kami juga secara terbuka mengundang jaringan PADASUKA dan anggota Gapadri,” urai Gus Yayan sapaan akrab Kiai Wiyanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Padasuka.id, Sabtu (4/7/2020).

Diungkapkan pula, sebagaimana telah diatur, pada hari Jumat (4/7) sekitar jam 10.30 WIB acarapun dimulai, semua yang diundang dapat hadir secara virtual untuk mengikuti prosesi acara.

Piagam penghargaan dari MURI

Setelah diawali pemaparan singkat proses kerja persaudaraan serta capaian akhirnya oleh TTDB PADASUKA, pada jam 11.00 WIB Ketua sekaligus Pendiri MURI Jaya Suprana menyerahkan piagam penghargaan kepada Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) sebagai Pedepokan Dakwah Pertama yang Mengeksplorasi Air Sungai Bawah Tanah Bagi Masyarakat, dan juga kepada Mapala Gapadri ITNY sebagai Pendukung Pedepokan Dakwah Pertama Yang Mengeksplorasi Air Sungai Bawah Tanah Bagi Masyarakat.

Ir H Irham, MT (Rektor ITNY)

Prosesi penghargaan diawali dengan sekapur sirih dari Ketua Umum PADASUKA KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA yang oleh Jaya Suprana disebut sebagai “pemberi wahyu” hingga kabar luar biasa diterima MURI dan adanya apresiasi penghargaannya.

Selanjutnya Jaya Suprana mengucapkan kata sambutan untuk penyerahan penghargaan MURI kepada kedua lembaga tersebut. Setelah penganugerahan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PADASUKA, Rektor ITNY, Ketua Yayasan YPTN, dan Gapadri. Acara selesai pada sekitar jam 11.30 WIB.

_______

Untuk mengetahui hambatan dan betapa susahnya mengeksplorasi air bawah tanah yang dimaksud, saksikan video di bawah ini.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    6 Juli 2020 at 7:32 pm

    MURI memeberikan anugerah ini tidak ‘ujug2’ pasti memerlukan waktu,pemikiran dan seleksi yg sangat panjang dan pasti ada ‘Seseorang’ yg membisikannya…kalau meminjam kata pak Jaya Suprana ada ‘Wahyu’ dari seorang Ulama besar yaitu KHR SYARIF RAHMAT RA SQ MA.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top