Kabar

MURI Berikan Anugerah Mahakarya atas Eksplorasi Air Perut Bumi

Padasuka.id – Jakarta. Hasil kerja persaudaraan dalam upaya pengangkatan air perut bumi di Goa Jomblang Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendapat penghargaan Anugerah Mahakarya Kebudayaan dari Museum Rekor Dunia – Indonesia (MURI).

Prosesi penganugerahan dilakukan secara virtual melalui teknis video conference, Jumat, 3 Juli 2020 pukul 11 WIB yang disampaikan langsung oleh Pendiri dan Ketua MURI Jaya Suprana.

KHR Syarif Rahmat RA

Pembawa acara penganugerahan tersebut mengaktakan, sejak Februari 2020 lalu MURI sudah melirik hasil kerja persaudaraan untuk kemanusiaan di wilayah yang selalu dilanda kekeringan itu, serta memasukkannya sebagai nominasi usaha sosial.

Kemudian, dalam kata pengantarnya, sebagai Ketua MURI, Jaya Suprana mengatakan bahwa peristiwa itu sangat membanggakan.

“Ini satu peristiwa yang sangat membanggakan bagi kami dan keluarga besar Museum Rekor Indonesia,” ucap Jaya lalu menyapa Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA.

“Ini saya lihat tadi ada Pak Rahmat di situ ya…? Ini teman-teman semua, ini Pak Rahmat ini adalah yang menginspirasi kami, memberi wahyu kepada kami untuk suatu peristiwa yang sangat-sangat layak diberi anugerah MURI,” ucap Jaya menyapa Ketua Umum PADASUKA.

“Untuk penganugerahan piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atas rekor padepokan dakwah pertama yang mengeksplorasi sungai dalam tanah untuk masyarakat. Ini belum pernah terjadi di dunia, maka rekor ini dinyatakan sebagai rekor dunia,” tegas Jaya yang disambut tepuk tangan.

Piagam Penghargaan untuk PADASUKA

“Ini piagamnya dan ini dianugerahkan kepada Padepokan Dahwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) dan Mapala Gapadri Institut Teknologi Nasional Yogyakarta,” lanjut Jaya sambil memperlihatkan dua piagam untuk PADASUKA dan Mapala Gapadri ITNY.

Sementara itu, Ketua Umum PADASUKA KHR Syarif Rahmat dalam kata sambutannya antara lain menyampaikan agar kita senantiasa menebar kasih sayang terhadap siapa pun, tanpa harus melihat suku, agama, ras dan lain sebagainya. Dalam pada ini ia mengutip Hadits Nabi SAW:

ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاء

“Sayangilah yang di atas muka bumi niscaya yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.”

Disampaikan pula, agar anak-anak bangsa terus menebar kebaikan kepada sesama dan peluang itu masih terbuka lebar. Tidak lupa ungkapan rasa bahagia dan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari upaya kemanusiaan tersebut.

Dalam acara penganugerahan itu, hadir pula secara virtual Rektor ITNY, para dosen, anggota Mapala Gapadri ITNY, pengurus serta jamaah PADASUKA, dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya dapat ditonton dalam video di bawah ini.

Sebagai informasi tambahan, peresmian  hasil eksplorasi air sungai bawah tanah yang berada di dasar Goa Jomblang, Dusun Ngejring, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri –yang kemudian disebut Goa Jomblang Ngejring— digelar pada Selasa, 17 Desember 2019 yang lalu.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, upaya pengangkatan (eksplorasi) air bawah tanah itu berawal dari gagasan PADASUKA, sebagai solusi jangka panjang, ketika padepokan ini membentuk tim tanggap darurat sejak akhir Agustus 2019 tahun lalu untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah kekeringan di wilayah Kecamatan Paranggupito.

Ringkasnya, PADASUKA yang bertindak sebagai penggagas dan penanggung jawab (dalam hal ini diketuai Kiai Mohammad Wiyanto), bekerja sama dengan tim Gapadri Mapala Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) sebagai pelaksana teknis –mulai dari survei, penelusuran, sampai teknik engginering pemompaan, pemipaan, dan sebagainya. Kerja kemanusiaan ini direspon positif oleh Kelompok Masyarakat Desa Gendayakan (Pokmas Suka Tirta) serta dibantu pula oleh Djarum Foundation.

Sulaiman Tampubolon

Terhitung sejak Sabtu, 7 September 2019, langkah awal menuju upaya eksplorasi itu telah dilakukan oleh tim Gapadri Mapala ITNY dengan didampingi Tim PADASUKA dan Pokmas Suka Tirta. Setelah melalui beberapa kali tahapan turun naik goa vertikal (Luweng) Jomblang tersebut, sampai akhirnya pada Senin pagi, 7 Oktober 2019, di bawah kontrol Sulaiman Tampubolon, ST, M.Eng. (Dosen Mesin ITNY) aliran air yang berada pada kedalaman 180 meter itu berhasil diangkat ke permukaan goa.

Setelah air berhasil dinaikkan, pekerjaan selanjutnya adalah pembuatan landasan untuk sejumlah tandon di dalam goa, pembangunan bak penampungan (reserve) di sisi atas mulut goa, pembuatan landasan untuk empat bak distribusi di atas lereng bukit, dan lain sebagainya. Hingga kemudian air perut bumi itu dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    6 Juli 2020 at 7:23 pm

    Perjalanan utk mendapat pengakuan dari MURI yg sungguh luarr biasa…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top