Kabar

Ridwan Saidi Kritisi BPIP, Kanjeng Sunan Serukan Persatuan

Padasuka.id – Tangerang Selatan.  Dalam seminar online bertajuk “Urgensi Issu Kebangkitan PKI Pasca Reformasi,” budayawan Betawi Ridwan Saidi mengkritisi berbagai hal terkait kebijakan pemerintah termasuk mengenai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Acara tersebut digelar oleh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Sabtu, 25 Juli 2020; yang dimulai dari pukul 13.00 WIB. Adapun tempat sebagai pusat acara adalah aula Pondok Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Selain diikuti secara online melalui aplikasi video conference oleh jamaah PADASUKA dan masyarakat umum, acara ini juga diikuti oleh sejumlah jamaah di lokasi acara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebagai pembicara pertama, Ridwan Saidi antara lain menyoroti soal BPIP yang menurut dia, sesuai ketentuan hukum, harus melalui peraturan presiden (perpres).  Budayawan Betawi ini pun menyoroti merosotnya perekomian belakangan ini, yang menurut dia karena pemerintahan sekarang terlalu banyak anggaran rutin, ketimbang anggaran untuk pembangunan.

Babe Ridwan, sapaan akrabnya, juga menyoal masalah sistem pendidikan yang terjadi hari ini. Bahkan, beberapa kali ia melontarkan kritikan pedas atas kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Babe Ridwan lalu membandingkan dengan masa pemerintahan Presiden Seokarno (Bung Karno). Walaupun pada saat itu perekonomian sedang terpuruk, pendidikan tetap berjalan dengan baik, bahkan gratis.

“Sejelek apa pun Bung Karno, kalau dikatakan dia jelek, saya sekolah dari SR  (Sekolah Rakyat) sampai universitas kagak bayar. Boleh ekonom mengakatakan inflasi jaman Bung Karno adalah 600 persen, saya nggak bayar tuh sekolah,” tegas Babe Ridwan membandingkan dengan pemerintahan di masa Bung Karno.

Pada intinya ia menandaskan, di masa Bung Karno pendidikan didahulukan kendati ekonomi negeri ini saat itu sedang terpuruk. Berbeda dengan pola pendidikan saat ini yang antara lain karena diterpa wabah Covid-19 menjadi tidak jelas arahnya.

Sementara itu, pembicara kedua, Erros Djarot antara lain menyoroti tema acara yang dengan itu ia mengatakan bahwa issu PKI tidak usah dibesar-besarkan lagi. Persoalan itu menurutnya cukuplah di Tap MPRS. Sebab menurut dia, saat ini yang lebih mendesak adalah soal perpecahan ummat yang kian nyata.

Erros mengulas, negara Indonesia yang kaya raya saat ini sedang diobrak-abrik dengan berbagai isu yang menyebabkan gesekan di masyarakat lalu terjadi perpecahan. Entah itu perpecahan antar golongan, antar agama, bahkan yang seiman dan seagama.

Ia menandaskan, orang beragama itu indah dan bernalar, tetapi saat ini banyak orang beragama tetapi tidak indah dan tidak bernalar. Yang dari sini juga menjadi penyebab perpecahan hingga lupa bahwa jurang kapitalisme semakin menganga lebar. Hal ini, tandasnya lagi, yang harus kita sadari; jangan terbawa arus issu yang hanya membuang energi dan melupakan realitas yang sesungguhnya sedang mengancam bangsa ini. Maka, merajut tali persaudaraan dalam kesatuan bangsa adalah hal yang sangat penting dilakukan.

Seirama dengan apa yang disampaikan Erros adalah apa yang diurai oleh Ketua Umum PADASUKA KHR Syarif Rahmat RA, sebagai penutup materi. Dengan merujuk pada peristiwa di masa Nabi bahwa tidak ada perpecahan yang mendatangkan kebaikan, kiai yang kerap disapa Kanjeng Sunan ini mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu.

Setelah mengulas asbabun nuzul-nya, Kanjeng Sunan lalu membaca ayat berikut ini:

وٱعتصموا بحبل ٱلله جميعا ولا تفرقوا وٱذكروا نعمت ٱلله عليكم إذ كنتم أعدآء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخونا وكنتم على شفا حفرة من ٱلنار فأنقذكم منها كذلك يبين ٱلله لكم ءايته لعلكم تهتدون

Artinya:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu menceritakanai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bergabung (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu mencari nikmat Allah, orang -orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang bencana, lalu Allah menyelamatkan kamu dari dipanggil. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS: Ali ‘Imran: 103)

Lebih rinci lagi mengenai materi acara tersebut di atas, saksikan videonya di kanal Youtube Padasuka TV.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top