Kabar

Di UAE Bahkan Terapkan Jarak Shaf Shalat Berjamaah Hingga 3 Meter

Padasuka.id – UEA. Seperti negara-negara Arab lainnya, dalam upaya mencegah penyebaran wabah penyakit akibat virus Corona baru (Covid-19), Pemerintah United Arab Emirates (UAE) resmi menghentikan aktivitas shalat berjamaah dengan menutup seluruh masjid. Untuk UAE sendiri penutupan masjid dilakukan sejak tanggal 16 Maret 2020 yang lalu.

Namun, karena kondisi kini sudah mulai membaik dan diberlakukannya sistem new normal, Pemerintah UAE membuka kembali masjid-masjid untuk shalat lima waktu berjamaah. Tepatnya, mulai Rabu, 01 Juli 2020. Jadi, terhitung sejak awal dilakukan penutupan, masjid-masjid di negara tersebut tertutup total selama 3 bulan setengah.

Jarak shaf antar jamaah hingga 3 meter

Seorang imam dan khatib di Masjid Besar Kota Ruwais, Abu Dhabi, UAE, Ust Muhammad Saharuddin, SQ, M.Ag menjelaskan, pembukaan masjid-masjid di negara itu dilakukan secara bertahap. Awalnya hanya masjid-masjid utama dan masjid-masjid komplek. Lalu beberapa minggu berikutnya disusul dengan pembukaan masjid-masjid kecil seperti masjid di kantor-kantor, mall-mall, dan pusat perbelanjaan, serta masjid-masjid yang ada di pinggir jalan tol (rest area).

Walaupun sudah dibuka, volume jamaah masjid juga diatur sedemikian rupa dan bertahap demi menjaga keselamatan warga dari penyebaran virus Corona. Sejak masjid dibuka kembali pada tanggal 1 Juli 2020, masjid hanya diisi 30% dari kapasitasnya, dengan jarak antar jamaah sejauh 3 meter ke samping, dan ke belakang dikosongkan satu shaf dari yang biasanya. Jarak itu diatur dengan memasang stiker pada garis shaf di karpet.

Namun, hari Senin kemarin tepatnya tanggal 03 Agustus 2020, volume masjid ditambah menjadi 50% sehingga jarak ke samping antar jamaah di dalam masjid menjadi 2 meter saja, dan jarak ke belakang sudah tidak ada shaf yang dikosongkan, semua terisi,” lanjut Ustadz Sahar, sapaan akrabnya.

Dua meter jarak shaf antar jamaah

Selain pengaturan jarak, lanjut Ustadz Sahar, selama di dalam masjid, sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan dengan sangat ketat, seperti harus memakai masker, membawa sajadah sendiri dari rumah, berwudhu di rumah, tidak menyentuh pintu masjid ketika masuk maupun ketika keluar, selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan, tidak berdekat-dekatan ketika antri keluar di pintu masjid, anak kecil dan orang sepuh tidak boleh ke masjid, tidak menyentuh mushaf yang ada di masjid, tidak menunaikan shalat sunnah (khususnya ba’diah) di masjid. Pendek kata, jamaah harus langsung pulang setelah shalat berjamaah selesai, tidak boleh ngumpul-ngumpul di teras atau di luar masjid dan seterusnya.

Hal lain lagi, proses pelaksanaan shalat pun berubah dari sebelum masa pandemi. Selain harus tetap pakai masker ketika shalat, imam juga tidak boleh membaca ayat yang panjang karena shalat harus lebih cepat. Termasuk juga waktu antara adzan dan iqamat yang dulunya 20 menit, kini hanya 10 menit. Bahkan di awal masjid dibuka, hanya 5 menit.

Meski masjid dibuka untuk pelaksanaan shalat berjamaah lima waktu, namun untuk pelaksanaan shalat Jumat dan salat Ied belum dibuka. Jadi, tidak ada shalat Ied dan shalat Jumat sampai saat ini. Sedangkan jika waktu Dhuhur di hari Jumat, maka masjid tidak dibuka. Hal itu khusus pada hari Jumat saja; jamaah menunaikan shalat dhuhur di rumah masing-masing.

Sticker tanda shaf dengan jarak yang ditentukan

Ada hal lain yang selalu diperhatikan dan diwanti-wanti oleh jamaah, yaitu jika stiker-stiker yang dipasang di dalam masjid itu sudah penuh, maka jamaah disuruh pulang ke rumah karena tidak boleh shalat di luar atau di teras masjid. Bahkan ada security yang stand by dan menjaga jangan sampai ada jamaah yang salat di luar,” papar Ustadz Sahar.

Oleh karena itu, jamaah harus cepat-cepat bahkan berlomba lebih dulu datang ke masjid agar dapat tempat, karena tempat (stiker) sangat terbatas. Sehingga, jika terlambat dan tidak dapat lagi stiker, maka ia harus pulang dan shalat di rumah.

___________

Keterangan

Ilustrasi utama adalah bangunan Masjid Aisya Ummul Mukminin, Kota Ruwais, Abu Dhabi, UAE

Editor : M.A.R & Anuro

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top