Munajat

Inilah Sisi Lain Manfaat Kitab Munajat yang Tak Kalah Hebatnya

Padasuka.id- Jakarta. Jika selama ini para pengamal “Kitab Munajat Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Quran” lebih banyak mengutarakan manfaat yang diraih dari apa yang diharapkan atau hal-hal yang bersifat spiritual dan supranatural, sejatinya terdapat manfaat lain yang juga luar biasa. Yakni, setelah mengamalkan Kitab Munajat semakin tumbuh kecintaannya kepada Al-Quran. Sebagai kalamullah nan suci, mencintai Al-Quran adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa. Sebab, tidak semua orang terketuk hati untuk mencintai Al-Quran.

Kecintaan yang dimaksud dalam uraian ini bukan sekedar sebuah pengakuan yang dibarengi dengan berbagai harapan yang disandarkan pada Tuhan melalui doa-doa Al-Quran, melainkan tumbuh semangat untuk memuliakan Al-Quran dengan senantiasa berusaha memperbaiki bacaan. Dalam kata lain, mereka tumbuh keinginan serta semangat untuk membaca Al-Quran, atau Kitab Munajat, khususnya, secara mujawwad –sesuai ketentuan ilmu Tajwid.

Ustadz Mukhlis Abi Choir (paling kiri) dalam acara pembacaan Kitab Munajat di majelisnya

Terkait uraian di atas, pengasuh Majelis Munajat Nurul Falah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ust. Mukhlis Abi Choir, menyampaikan bahwa kaum ibu yang menjadi jamaah di majelisnya sempat menambah agenda rutinannya dengan pelajaran ilmu Tajwid agar dapat membaca Kitab Munajat secara mujawwad.

“Alhamdulillah kaum ibu di majelis kami, setiap pagi sebelum adanya pandemi Covid-19 selalu belajar Tajwid untuk memperbaiki bacaan Munajatnya. Dan, alhamdulillahnya juga mereka jadi gemar mendalami A-Quran,” tutur Ustadz Mukhlis kepada Padasuka.id.

Masih seputar upaya memperbaiki bacaan Kitab Munajat (secara mujawwad), pengasuh Majelis Munajat Ar-Rosyid, Cluster OC, Perumahan Harvest City, Setu, Bekasi, Jawa Barat, Ust. Akhmad Amrulloh, melalui keterangan tertulisnya menuturkan beberapa hal, antara lain:

a- Setiap muqaddimah saya sampaikan agar saat membaca Kitab Munajat sambil niat belajar membaca Al-Qur’an. Memperbaiki dan melancarkan.

b- Keraskan suaranya, apabila baik bacaannya agar bisa ditiru oleh yang lain. Apabila masih ada yang keliru bisa diperbaiki oleh yg lain. Saya juga masih belajar, jadi prinsipnya belajar bersama.

c- Jamaah semakin lancar, bahkan sebagian jadi percaya diri menjadi imam sholat jika imam utama tidak ada atau bagi keluarga seperti saat sholat Idul Fitri kemarin.

Dua contoh di atas, hanyalah bagian kecil dari realitas yang terjadi dan diraih oleh jamaah Majelis Munajat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pada intinya, kedua pengasuh Majelis Munajat tersebut di atas mengakui bahwa setelah mengamalkan Kitab Munajat, baik diri ataupun sebagian besar jamaahnya semakin tumbuh rasa cintanya kepada Al-Quran.

Tahsin Kitab Munajat PADASUKA

Selain dua contoh di atas, dalam upaya memperbaiki bacaan Kitab Munajat, khususnya, dan Al-Quran secara umum, Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) menggelar program Tahsin Kitab Munajat. Program yang dimulai sejak Senin siang, 5 Agustus 2019 yang lalu tersebut bertempat di Kantor DPP PADASUKA, Jl Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Program Tahsin Kitab Munajat di Kantor DPP PADASUKA (Dok. Agustus 2019)

Sesuai hasil rapat para pegiat Majelis Munajat dan PADASUKA pada bulan dan tahun tersebut, disepakati sebagai guru tahsinnya adalah Ustadz Sahrudin dan H Mayli. Keduanya merupakan alumni Pondok Pesantren Ummul Qura, Tangerang Selatan –yang diasuh oleh penyusun Kitab Munajat, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA.

Adapun peserta tahsinnya diprioritaskan kepada para “Imam Munajat.” Yakni, seseorang yang bertugas memimpin pembacaan Kitab Munajat berjamaah di majelis mereka masing-masing.

Kenapa diprioritaskan kepada para Imam Munajat? Menurut Ust. Abdul Hakim Abubakar, sebagai koordinator program ini, agar bacaan mereka diikuti oleh jamaahnya. Sehingga dengan demikian para jamaah akan terbawa oleh pola bacaan sang imam.

Kecuali itu, program Tahsin Kitab Munajat PADASUKA memiliki tujuan utama agar masyarakat, khususnya pengamal Kitab Munajat, lebih memuliakan Al-Quran sesuai standar bacaan menurut ketentuan para ahli qiraat. Hal lain, agar mereka senantiasa mencintai dan hidup bersama dengan Al-Quran dalam berbagai aspeknya.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top