Kabar

Hadapi Situasi Pandemi, Srikandi Padasuka Ini Siasati dengan Bertani

Padasuka.id – Depok. Keterbatasan lahan kosong di daerah perkotaan menjadi masalah tersendiri bagi waganya. Termasuk pula yang berkenaan dengan tanaman sebagai menyuplai oksigen yang dibutuhkan untuk kesehatan. Padatnya rumah-rumah penduduk yang terus berjejal menyebabkan tanaman seakan tidak punya ruang tumbuh walau keberadaannya sangat diperlukan oleh tubuh. Namun demikian, persoalan seperti ini bukan berarti sama sekali tidak menyisakan solusi. Terbukti, seorang ibu di daerah Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, masih bisa menikmati tananaman penyuplai oksigen itu dengan cukup baik.

Tanaman cabe dan sayuran di lahan Bu Atun

Adalah Rahmiatun, srorang ibu rumah tangga di perumahan Villa Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, memanfaatkan sejumlah ruang di lingkungan rumahnya dengan berbagai tanaman hias dan tanaman buah. Tampak di teras rumahnya, di Blok DF-9, Jl Bukit III, RT 1/RW 10, berbagai tanaman hias tertata rapi, mulai dari anggrek beraneka rupa, hingga tanaman hias berjenis perdu dan sebagainya. Ada yang langsung ditanam ke tanah, ada pula yang ditanam di dalam pot.

Hal menarik lainnya, di lahan kosong yang tidak terlalu lebar di belakang rumahnya ia manfaatkan sebagai kebun tanaman buah dan sayuran. Tampak di sana ada pohon cabe, tomat, terong, hingga bayam yang menghijau. Sehingga dengan demikian, selain berbagai tanaman itu menjadi penampungan oksigen yang dibutuhkan manusia, buah dan sayurannya pun dapat dinikmati bersama keluarga. Walau tidak dalam skala besar, tetapi setidaknya ia dan keluarga dapat memetik buah segar dan sayuran langsung dari pohonnya.

Buah terong tanaman Atun di kebun belakang rumahnya

Kreatifitas ibu muda yang tergabung dalam Srikandi Padasuka tersebut, menurutnya adalah hobi bawaan sejak ia masih tinggal di kampung halamannya di daerah Kaligowong, Wadas Lintang, Wonosobo, Jawa Tengah. Di mana, sejak masih remaja ia sudah akrab dengan lahan pertanian di daerah asalnya yang memang berudara sejuk. Nah, ketika sudah menjadi warga perkotaan, kebiasaan lamanya yang bermanfaat itu tidak hilang.

Seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 yang lalu, Bu Atun, sapaan akrabnya, banyak meluangkan waktunya untuk “bertani” di lingkungan rumah tinggalnya sendiri. Apalagi, di saat pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat warga sangat terbatas untuk keluar rumah, ia melepas kepenatannya dengan merawat tanaman dan bercocok tanam. Alhasil, penat hilang segar datang, panin pun dijelang..

Terhitung sejak masa pandemi Covid-19, sejumlah tanaman Srikandi Padasuka ini kini sudah bisa dinikmati. Ada yang mau coba bertani ala Bu Atun? Silakan saja.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top