Kolom

Menegakkan Khilafah Ala Taqiyudin Ibarat Menegakkan Benang Basah

Oleh: Buya Em Es

Menyikapi adanya keinginan dan perjuangan dari kelompok “Hizbu Tahrir Taqiyudin An Nabhani” yang ingin menegakan “Khilafah Ala Minhaji Taqiyudin An Nabhani” di NKRI adalah keinginan dari orang-orang yang sedang bermimpi dan perjuangan dari orang orang yang sedang menghayal yaitu menghayal ingin menegakan “benang basah”.

Sistem Khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbu Tahrir bukan “Khilafah Ala Minhaji Nubuwah” tapi “Khilafah Ala Minhaji Taqiyudin An Nabhani. Karena “Khilafah Ala Minhaji Nubuwah” sudah selesai hingga Sayidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dan, kalaupun sistem “Khilafah Ala Minhaji Nubuwah” mau diulang kembali atau mau diperpanjang lagi, untuk apa Taqiyudin An Nabhani harus bikin “Hizbu Tahrir”, karena Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah menegakkan “khilafah” melalui “Hizbu Tahrir” dan hizbu-hizbu lainnya dan juga tidak pernah melalui organisasi apapun juga.

Kelompok “Hizbu Tahrir” seharusnya dalam setiap tablighnya harus berani bersikap obyektif yaitu berani mengatakan bahwa “Hizbu Tahrir” yang mereka jadikan sebagai kendaraan bukan “Hizbu Tahrir Indonesia atau HTI”, tapi “Hizbu Tahrir Taqiyudin An Nabhani”. Dan begitu pula dalam dakwahnya yaitu mengajak umat harus jelas dan tegas biar umat faham bahwa “Sistem Khilafah” yang akan mereka tegakan bukan “Khilafah Ala Minhaji Nubuwah” tapi “Khilafah Ala Minhaji Taqiyudin An Nabhani”.

Kelompok “Hizbu Tahrir Taqiyudin An Nabhani” selama ini belum memberikan bukti yang konkrit dan fakta yang nyata, bahwa ada negara selain Indonesia yang telah berhasil menegakan sistrm “Khilafah Ala Minhaji Taqiyudin An Nabhani”.

Hizbu Tahrir Taqiyudin An Nabhani harus mampu menunjukkan bukti yang konkrit dan obyektif terhadap umat Islam bangsa Indonesia, bahwa “Sistem Khilafah” yang mereka perjuangkan adalah “Sistem Khilafah Ala Minhaji Nubuwah” dengan menunjukan bukti bahwa “Tauhid” dan pemahaman “Kalimah Tauhid” yang telah mereka fahami dan mereka yakini serta mereka jadikan landasan hidup adalah “Tauhid” dan pemahaman “Kalimah Tauhid” sudah sesuai dan berdasarkan “Ala Minhaji Nubuwah”. Dan bila “Tauhidnya” tidak “Ala Minhaji Nubuwah” dan pemahaman “Kalimat Tauhudnya” juga tidak “Ala Minhaji Nubuwah”, maka sebaiknya berhentilah menyampaikan konsep khilafah dan mengajak orang untuk menegakkan khilafah. Karena nanti bingung kalau ditanya, kalau “Khilafah” itu ibarat pohon mau ditanam di mana pohon khilafah itu?

ربنا عليك توكلنا واليك انبنا واليك المصير.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top