Kabar

Terdengar Alunan Munajat dalam Santunan Yatim di Badung

Padasuka.id – Bali. Setiap tahun baru Hijriyah oleh sebagian masyarakat dijadikan momentum untuk menyantuni anak-anak yatim dan piatu –terkadang ditambah dengan dhuafa. Entah bagaimana muassalnya, hal tersebut seakan sudah menjadi tradisi tahunan di berbagai daerah di negeri ini. Sehingga ada kesan, acara-acara di bulan Muharram –bulan pertama dalam kalender Hijriyah– selalu identik dengan santunan anak-anak yang ditinggal wafat orang tuanya itu. Walaupun, tentu saja menyantuni mereka tidak harus menunggu atau terbatas pada bulan Muharram semata. Sebagai anak yang tak lagi memiliki ayah, sudah semestinya untuk menyayangi serta membiayai hidup mereka, terutama bagi kalangan yang berpunya.

Masih seputar santunan yatim di bulan Muharram, sejumlah anggota Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Bali, menggelar acara santunan di Yayasan Panti Asuhan As-Sholeha. Santunan di panti asuhan yang beralamat di Jl Cempaka, Desa Kelan, Kuta Selatan, Badung, Bali, ini digelar pada Senin, 31 Agustus 2020 atau yang bertepatan dengan 12 Muharram 1442 H. Demikian seperti dituturkan oleh Yudi Prasetyo, Koordinator PADASUKA Bali, kepada Padasuka.id, melalui keterangan tertulis.

Diungkapkan oleh Pak Yudi, sapaan akrabnya, dalam acara santunan tersebut juga digelar pembacaan Kitab Munajat secara berjamaah. Yakni, satu kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa para Nabi yang diabadikan di dalam Al-Quran, susunan Ketua Umum PADASUKA KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA.

Atas kegiatan santunan tersebut, lanjut Pak Yudi, terdapat salah seorang jamaah yang merasa sangat terharu. Sebab menurutnya,   kehidupan dia jauh lebih baik dari anak-anak yang tinggal panti asuhan itu. Maka, ketika bisa bersama-sama dengan mereka dalam suasana ibadah, hatinya semakin tergugah. Bisa mengambil pelajaran dari sisi kehidupan anak-anak yang sejak usia dini sudah tidak merasakan kasih sayang sang ayah, atau sang ibu. Mereka hanya hidup dalam suatu lingkup bersama teman-teman sebayannya yang senasib di bawah bimbingan pengasuh yayasan.

Sementara itu, jamaah yang lain mengungkapkan rasa bahagianya karena dapat berbagi serta dapat bersilahturahim langsung terhadap anak-anak yatim tersebut. Sehingga dengan begitu dia pun dapat bercengkrama dan melihat langsung kehidupan mereka di panti asuhan.

“Bagi kami, merasa bahagia karena juga dapat memperkenalkan PADASUKA beserta amalannya kepada mereka,” ungkap Pak Yudi seraya berharap kegiatan serupa ini tetap dapat rutin dilakukan.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top