Kabar

Akibat Persoalan Ini, Anggota DPRD Banyuasin Murka

Padasuka.id – Banyuasin. Sempat terjadi suasana tegang saat rapat komisi antara anggota DPRD Banyuasin (Sumatera Selatan), dengan Dinas Pertanian, Konsultan, dan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) pada Senin, 7 September 2020, kemarin. Dalam rapat yang membahas program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) tersebut seorang anggota dewan dari fraksi PKB, Emi Sumirta, tampak berbicara keras. Kemarahan Emi disebabkan oleh sejumlah program yang sampai saat ini belum rampung dikerjakan. Diungkapkan Emi, dari 82 desa ada beberapa desa yang sampai saat ini belum selesai pekerjaan fisiknya –berdasarkan daftar inventarisasi masalah (DIM) Dinas Pertanian setempat terdapat sekitar 6 desa.

“Ini kan merusak citra Kabupaten Banyuasin yang secara nasional peringkat 4 penghasil beras. Saya berharap Bupati Banyuasin melalui dinas pertanian atau instansi terkait untuk memberikan sanksi kepada para oknum tersebut. Contoh, Desa Sebubus yang ternyata uang terpakai pribadi oleh pengurus sehingga pekerjaan secara fisik belum selesai, yaitu 10 gorong-gorong, 1 pintu air, dan 4 pompa air. Desa Tanjung Baru, 2 pintu air dan 20 pompa air. Desa Penugukan ternyata dikerjakan di luar wilayah Serasi,” ujar Emi memerinci.

Atas persoalan pekerjaan yang semerawut tersebut, sebagai wakil rakyat, Emi merasa kecewa. Karenanya, ia berharap agar elemen masyarakat juga turut mengawasinya.

Emi Sumirta (dua dari kiri)

“Saya sangat kecewa dengan oknum-oknum tersebut. Jangan sampai ulah oknum merusak kinerja dan nama baik Kabupaten Banyuasin. Dan, saya sangat berharap kepada semua pihak, baik itu media dan LSM untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pelaksanaan program ini. Sehingga nama baik Banyuasin tetap terjaga. Jangan sampai masalah 6 desa ini tertutupi oleh masalah remeh-temeh yang kadang terkesan mencari-mencari kesalahan. Kami komunikasi dan kerja sama lintas sektoral bisa terjalin dengan baik. Karena, beberapa waktu yang lalu muncul pemberitaan tentang pengaduan salah satu ormas yang melaporkan salah satu desa ke Kejati. Tapi, setelah kami investigasi dan RDP antara dinas pertanian, konsultan, kades dan UPKK, ternyata desa tersebut sudah diaudit BPK,” terang Emi kepada awak media lalu melanjutkan.

“Kami harap seluruh media dan Ormas untuk mendukung program Serasi ini dan menjaga nama baik Kabupaten Banyuasin. Artinya, mari kita bersama fokus ke DIM yang disampaikan oleh dinas pertanian yaitu 6 desa tersebut. Untuk desa yang lain, karena ada 82 desa, bukan berarti tidak ada masalah tapi mungkin bisa diminimalisir. Kami sangat berterima kasih jika media dan LSM bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak dalam melaksanakan fungsi dan tugas masing-masing,” pungkas Emi.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top