Kabar

Ada Perubahan Mendasar di Makam Ibnu Hajar. Di Antaranya…?

Padasuka.id – Mesir. Kunjungan Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA,  ke negeri piramida, Mesir, banyak menorehkan kisah berharga. Satu di antaranya mengenai keberadaan dan kondisi makam Ulama Hadits terkemuka, Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqallani. Makam Ulama Hadits yang karya-karyanya sampai saat ini masih dikaji di seluruh dunia tersebut berada di daerah Qarafah Ash-Shugra, Mesir. Tidak seperti kebesaran nama dan karyanya yang mendunia, saat kunjungan Kiai Syarif ke Mesir pada 2015 yang lalu, mendapati makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani dalam kondisi yang memprihatinkan. Begitu pula saat kunjungan pada 2019, kondisinya tetap juga sama, bahkan pintu cungkup makamnya sempat ambruk.

KHR Syarif Rahmat RA di depan pintu makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani. (Foto: Majalah PADASUKA edisi 6/Mei 2015)

Sejak kunjungannya ke Mesir pada 2015, Kiai Syarif telah memikirkan dan membahas dengan sejumlah pihak, bagaimana caranya agar makam ulama besar dunia itu menjadi layak dan terawat dengan baik. Untuk mengulas kembali perjalanan kiai yang kerap disapa Kanjeng Sunan tersebut di Mesir, berikut ini akan ditampilkan kembali kisahnya.

Dikutip dari Majalah PADASUKA edisi 6 dan 7 (Maret – April 2015) saat itu Kiai Syarif mengisahkan bahwa makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani, kondisinya sangat memprihatinkan.

Ayu Qurratul A’yuni (putri Kiai Syarif) di sisi makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani. (Foto: Majalah PADASUKA edisi 7/Maret 2015)

“Saya sangat sedih melihat kondisi makam beliau, temboknya retak, pada ngelupas, atapnya tinggal kayunya saja, bocor. Saat saya, ummi (Hj Uswatun Hasanah, Red.), dan anak-anak ziarah, tiba-tiba ada anjing masuk, lewat samping makam beliu,” terang Kiai Syarif melalui keterangan tertulis dengan menyertakan foto yang dimaksud.

Namun demikian, lanjut Kiai Syarif, kondisi makam tersebut berantakan bukan karena pemerintah atau ulama setempat sama sekali tidak peduli, melainkan karena sesuatu hal yang di luar nalar.

KHR Syarif Rahmat RA di sisi pusara Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani (Dok.2019)

“Setelah saya mencari info mengenai kondisi makam Ulama Hadits paling terkemuka di abad ke-8 itu, menurut ulama di sana, ternyata setiap kali dibangun, selalu rubuh sendiri dalam waktu yang cepat. Sehingga mereka berpandangan, bahwa beliau memang tidak berkenan makamnya dibangun. Berulangkali dibangun, tetap saja rubuh, jadi bukan karena tidak ada yang peduli,” urai Kiai Syarif saat kunjungannya ke Mesir pada 2015, lalu melanjutkan.

“Meskipun begitu, saya berfikir begini, biarlah di areal makamnya tidak dibangun, biarkan apa adanya, tanpa atap. Tapi di sekelilingnya; jarak beberapa meter diamankan, buatkan benteng. Sehingga tetap terpelihara, tidak ada yang buang sampah dekat lokasi itu. Sementara bagian dalamnya, yakni di sekitar pusara beliau, biarkan alami seperti apa adanya.”

Masih dalam paparan Majalah PADASUKA (2015) untuk merealisasikan rencana tersebut, Kiai Syarif saat itu berencana akan berkoordinasi dengan ulama NU, tentunya pula dengan pemerintah dan ulama setempat.

“Untuk hal ini, insya Allah saya akan menghubungi NU, kita berangkat bareng ke sana, kita bangun,” papar Kiai Syarif seperti dimuat Majalah PADASUKA edisi 7 (April 2015).\

KHR Syarif Rahmat RA di depan pintu makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani yang sudah diperbaiki (Dok. 2019)

Selang bertahun kemudian yakni di awal 2019 didapat informasi mengenai pintu bangunan (cungkup) makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani yang semakin rusak kemudian roboh. Informasi tersebut membuat Kiai Syarif yang sejak 30 Januari 2019 berada di Kairo, Mesir, terketuk hati untuk memperbaikinya. Ia pun kemudian membahas rencana perbaikan itu dengan beberapa pihak di Mesir. Namun, Alhamdulillah, didapat informasi lagi, bahwa pintu makam itu sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Berikutnya, Kiai Syarif mengirimkan foto saat berada (berziarah) di sisi pusara Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani dengan disertai keterangan: “Dia Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqallani adalah Imam ahli Hadits terbesar sepanjang zaman hingga hari ini.” (Seperti telah dimuat Padasuka.id edisi 3 Februari 2019.

Terkait dengan kondisi makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani, seperti telah disitir di atas, sejak lima tahun lalu (Januari 2015) saat berkunjung ke Mesir, Kiai Syarif telah membahasnya dengan sejumlah pihak dalam upaya perbaikannya agar lebih layak. Dan, alhamdulillah baru-baru ini didapat kabar yang disertai dengan gambar, makam sang imam ahli Hadits itu sudah diperbaiki sehingga tampak bagus, jauh dari kesan kumuh seperti sebelum-sebelumnya. Kabar tersebut didapat langsung dari puteri ke-3 Kiai Syarif, Qatrunnada Az Zakiyah, yang sedang melangsungkan studinya di Al-Azhar, Kairo, Mesir

Kondisi makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani, terbaru: 2020. Tampak di sisi pusara, puteri Kiai Syarif; Qatrunnada Az- Zakiyah (Dok. 13 September 2020)

“Beberapa tahun lalu kami menangis di Makam Al Hafizh Al Imam Ibnu Hajar Al Asqallani Rahimahullah (di Mesir) karena di depannya tempat pembuangan sampah. Saat kami masuk, seekor anjing lewat karena sangat kumuh. Alhamdulillah kini renovasi telah selesai. Nampak putriku Qatrunnada Az Zakiyah sedang ‘sowan‘ ke beliau. Semoga berkah, anakku,” demikian ungkap Kiai Syarif melalui sambungan WhatsApp, Minggu 13 September 2020, dengan menyertakan foto terbaru makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani.

Memperhatikani foto-foto makam Imam Ibnu Hajar sejak 2015 hingga 2019, terdapat perbubahan mendasar pada foto terbaru, September 2020, seperti ditampilkan di atas.

Seiring dengan renovasi makamnya yang kini tampak indah, semoga Imam Ibnu Hajar Al-Asqallani, senantiasa dimuliakan di sisi Allah SWT dan semoga pula kita semua mendapatkan barakahnya. Al-Fatihah.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top