Kabar

Terkait Kabar Penganiayaan Kiai di Bogor Hingga Wafat, Ini Faktanya

Padasuka.id – Bogor. Setidaknya, sejak Selasa hingga Kamis, hari ini, 15 — 17 September 2020, di media sosial dan jejaring WhatsApp masih beredar kabar tentang seorang kiai di daerah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia karena dianiaya orang tak dikenal. Kiai yang dimaksud dikatakan bernama Abdul Kohar, seorang pengasuh pesantren setempat. Beredarnya kabar ini menyusul tragedi pembacokan terhadap seorang pencermah di daerah Lampung yang terjadi sebelumnya.

“Kiyai KOHAR desa babakan madang Bogor sepulang pengajian babak belur dianiaya oleh orang tak dikenal….,” demikian antara lain narasi yang beredar di sejumlah grup WhastAap dengan menyertakan foto seorang lelaki setengah baya sedang terbaring.

Tangkapan layar dari salah satu grup WA

Karuan saja kabar tersebut menjadi ramai dan tidak sedikit pula yang mempercayainya. Mengingat sebelumnya terjadi pembacokan terhadap seorang penceramah di atas panggung yang videonya beredar viral di sejumlah media sosial.

Lantas benarkah Kiai Abdul Kohar dianiaya hingga merenggut jiwanya? Tidak lama setelah beredarnya kabar Kiai Kohar wafat karena dianiaya, beredar pula video klarifikasi yang beredar di jejaring WhatsApp.

Antara lain narasinya adalah sebagai betikut: “Saya Ketua RT 03, RW 05, Kampung Babakan, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, bersama istri dan keluarga almarhum KH Abdul Kohar, ingin mengklarifikasi, bahwa almarhum meninggal karena sakit diponis gagal ginjal dan sempat jatuh di kamar mandi bukan karena penganiayaan. Mohon doanya semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT…”

Tangkapan layar video klarifikasi dari RT setempat dan pihak keluarga KH Abdul Kohar

Sementara itu, terkait kabar penganiayaan terhadap Kiai Kohar, pihak Polsek Babakan Madang, pada Rabu, 16 September 2020 langsung melakukan penelusuran.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Silfia Sukma Rosa dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan bahwa kabar yang beredar di media sosial tentang pimpinan pesantren meninggal dunia karena dianiaya orang, adalah tidak benar.”

“Agar tahu duduk persoalannya apakah informasi itu benar atau bagaimana serta tidak mau berlama-lama mendengar kabar tersebut, maka polisi lakukan penelusuran sebab meninggalnya tokoh Pimpinan Pondok Pesantren tersebut,” terang Kompol Silfia, seperti dirilis Pikiran-rakyat.com (16/9/2020).

Kapolsek Babakan Madang Kompol Silfia Sukma Rosa saat melakukan pengecekan langsung ke kediaman almahum KH Abdul Kohar (Foto: Pikiran-rakyat.com/Irwan Natsir)

“Hasil cross check yang kami lakukan bersama dengan Pak Kasat Intel dengan disaksikan keluarga, istri, RT, RW, dan warga setempat, bahwa kematian KH Abdul Kohar bukan dikarenakan tindak pidana penganiayaan. Melainkan beliau wafat karena penyakit komplikasi dan ginjal yang dideritanya serta sempat terjatuh di dalam kamar mandi,” jelas Kompol Silfia.

Dengan demikian dapat disimpulkan kabar bahwa KH Abdul Kohar Babakan Madang wafat karena dianiaya orang tak dikenal sepulang dari pengajian adalah berita bohong alias hoaks.

Untuk almarhum KH Abdul Kohar –yang kewafatannya dijadikan berita bohong–semoga diterangkan alam kuburnya serta keluarga yang ditinggalkannya dapat menerima dengan lapang dada. Al-Fatihah.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top