Wawasan

Soal Hubungan Negara Arab dengan Israel, Begini Jawaban Kanjeng Sunan

KHR. Syarif Rahmat RA. SQ. MA

Padasuka.id- Normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel belakangan ini menjadi bahasan yang cukup mengemuka. Seperti diberitakan di berbagai media, belum lama ini Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Normalisasi hubungan keduanya menyusul Mesir dan Yordania yang terlebih dahulu menjalin kesepakatan damai masing-masing pada 1979 dan 1994 yang silam. Bahkan dikabarkan, sejumlah negara Timur Tengah yang lain disebut-sebut akan menyusul langkah UEA dan Bahrain.

Berkenaan dengan hal tersebut, Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh menilai normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel adalah sebagai kekalahan bagi Liga Arab yang dikabarkan semakin terpecah. Para pejabat Palestina umumnya juga memprotes langkah tersebut.

Di sisi lain, kerja sama negara-negara Arab atau Timur Tengah dengan Israel dikaitkan dengan persoalan agama. Sederhananya, sebagian kalangan mempersoalkan negara-negara Arab yang identik dengan Islam atas hubungan kerja samanya dengan Negara Israel yang lekat dengan Yahudi. Terlebih lagi jika hal itu dilakukan oleh Arab Saudi yang dikatakan sebagai “penjaga” dua Tanah Suci atau Khadimul Haramain.

Pemberitaan media massa yang meramaikan perbincangan di lini masa terkait hal tersebut juga mewarnai percakapan di sejumlah grup WhatsApp (WA). Antara lain seperti yang terjadi di grup WA Padasuka Pusat, Sabtu (19/9/2020). Di mana, seorang anggota grup menanyakan persoalan kerja sama antara Arab Saudi dengan Israel atas sebuah video berita berbahasa Arab yang dikirim ke grup tersebut. Menanggapi pertanyaan ini, admin grup yang juga Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) KHR Syarif Rahmat RA, memberikan komentar sesuai koridor agama. Bahwa menurutnya, dalam urusan dunia kerja sama dengan siapa pun pada dasarnya tidak ada larangan.

“Seorang Muslim dapat bekerja sama dengan siapa pun dalam perkara dunia. Tetapi kacamata kita kadang hanya bisa melihat ke muka, yang terlihat hanya Agama. Kita lupa pembukaan kitab yang menyatakan:

وبه نستعين على امور الدنيا والدين

“Aku mohon pertolongan kepada Allah dalam urusan dunia dan agama.” Demikian komentar kiai yang kerap disapa Kanjeng Sunan tersebut.

Pada bagian berikutnya, seorang anggota grup mengajukan pertanyaan:

“Ada pemahaman yang perlu diklarifikasi

1.Apakah Israel sebagai sebuah negara sama dengan Israel yang ada dalam al-Quran?

2.Demikian juga apakah zionis dan Yahudi itu sama seperti yang disebut dalam al-Quran?”

Menjawab pertanyaan tersebut di atas Kanjeng Sunan memberikan uraianan sebagai berikut:

“Bani Israel atau dipendekkan jadi ‘Israel’ adalah trah keturunan Israel, Nabi Ya’qub. Ada yang baik dan ada yang jahat. Dari 25 Nabi tidak kurang separuhnya adalah dari klan ini karena sejak kedatangan Israel semua Nabi adalah keturunannya kecuali Nabi Muhammad SAW. Menghina Israel secara mutlak berarti menghina Nabi Ya’qub dan para Nabi sesudahnya.

Penjahat berkedok keyakinan ada di semua agama. Di kalangan Yahudi disebut Zionis, di kalangan Nasrani dinamakan imperialis dan dari Islam dinamakan Teroris. Mereka berbeda secara ideologis, tetapi satu dalam madzhab; kapitalis. Wallahu A’lam.”

Sebagai pamungkas, Kanjeng Sunan menjelaskan: “Adapun Yahudi –sebagaiamana sering saya sampaikan– hanyalah satu di antara marga-maega di kalangan Bani Israel. Kebetulan marga keturunan Yahuda inilah yang kini dominan. Wallahu A’lam.”

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Amir maulana

    20 September 2020 at 1:55 pm

    Pencerahan yang sungguh luar biasa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top