Kabar

Video Hoax Beredar Seiring Banjir Bandang di Sukabumi

Padasuka.id – Sukabumi. Akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik – Cipeuncit, Senin (21/9/2020), pukul 17.00 WIB, telah memicu banjir bandang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Terkait banjir bandang tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui situs resminya bnpb.go.id merilis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, hingga Selasa (22/9/2020), pukul 10.00 WIB, melaporkan data sementara yang menyebutkan 299 KK terdampak, 210 jiwa mengungsi, 20 orang mengalami luka-luka, 2 orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian. Sedangkan warga yang mengalami luka-luka sudah dirujuk ke rumah sakit.

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Sukabumi yang menyebabkan 1 unit rumah hanyut dan 1 mobil hanyut pada Senin (21/9), sekitar pukul 17.10 WIB. (Dok. BPBD Kabupaten Sukabumi dari bnp.go.id)

Disebutkan pula, bahwa data yang dilaporkan BPBD Sukabumi tersebut masih terus dinamis dan masih dilakukan pendataan hingga kini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih terus melakukan upaya penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan saat ini terus melakukan pencarian korban hilang. Di samping itu, tim gabungan bersama masyarakat bergotong royong membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang tersebut.

Di balik duka yang menyelimuti warga Sukabumi, di media sosial beredar video rumah hanyut yang dikatakan akibat banjir bandang Sukabumi. Di antaranya seperti ditayangkan kanal Youtube rozais karaeng barkah. Kanal ini mengunggah video berdurasi 1 menit 21 detik dan dikaitkan dengan banjir bandang yang terjadi  di Sukabumi.

Unggahan video di kanal Youtube “rozais karaeng barkah”

“banjir bandang sukabumi jabar 21 september 2020,” demikian judul video yang diunggah kanal tersebut pada 21 September 2020.

Selain di kanal YouTube, unduhan video yang sama juga beredar di sejumlah WhatsApp Grup (WAG). Sehingga dengan demikian menimbulkan keresahan yang mendalam serta kesimpangsiuran infornasi. Sebab, antara video yang benar-benar terjadi di Sukabumi dengan yang bukan dikirim dalam satu paket dengan keterangan yang sama. Yakni, dikaitkan dengan banjir bandang di Sukabumi.

Tangkapan layar unduhan video yang dimaksud dalam salah satu WAG

Setelah melakukan penelusuran, video yang diunggah pada kanal Youtube rozais karaeng barkah serta beredar pula di WAG tersebut adalah tidak benar. Sebab, gambar dalam video itu adalah bencana tsunami yang melanda Yuriage, Kota Natori, Prefektur Miyagi, Jeoang, pada 11 Maret 2011 yang silam.

Setidaknya video tersebut sudah beredar sejak 13 Maret 2012, seperti diunggah kanal Youtube clancy688 dengan judul “Tsunami in Natori, Miyagi Prefecture”.

Pada kolom deskripsinya, kanal clancy688 menjelaskan bahwa video tersebut memperlihatkan peristiwa tsunami di Natori, Prefektur Miyagi, Jepang.

Semoga dengan ini, kita lebih selektif saat menerima dan menyebarkan informasi dalam bentuk apa pun.

Kembali pada peristiwa banjir bandang di Sukabumi, BPBD setempat melaporkan Bupati Sukabumi telah meninjau lokasi kejadian dan melihat dampak bencana yang ditimbulkan. Genangan akibat banjir bandang tersebut terpantau telah surut.

Tangkapan layar video yang sama yang diunggah kanal Youtube clancy688 delapan tahun lalu

Kecuali itu, bnpb.go id melapirkan, TRC BPBD Sukabumi mencatat wilayah yang terdampak di Kabupaten Sukabumi ini yaitu di Kecamatan Cicurug, Parung Kuda dan Cidahu. Lima desa yang terdampak di Kecamatan Cicurug antara lain Desa Pasawahan (Kampung Cibuntu), Desa Cisaat (Kampung Cipari), Desa Mekarsari (Kampung Lio dan Nyangkowek) dan Desa Bangbayang (Perum Setia Budi), Kelurahan Cicurug (Kampung Aspol). Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda berada di Desa Langensari (Kampung Bojong Astana) dan Desa Kompa (Kampung Bantar). Pusdalops BNPB masih memonitor situasi pascabanjir bandang di tiga kecamatan terdampak.

Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Provinsi Jawa Barat pada 22 dan 23 September 2020 masih berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top